UMP naik, pemerintah pertimbangkan insentif usaha
Rabu, 05 Desember 2012 - 14:43 WIB
UMP naik, pemerintah pertimbangkan insentif usaha
A
A
A
Sindonews.com - Pasca diputuskannya kenaikan UMP, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta insentif kepada pemerintah untuk menutupi kenaikan biaya produksi akibat naiknya UMP.
Mengenai usulan ini, pemerintah berjanji akan mempertimbangkannya. "Ya nanti saya bicara sama Kadin," ucap Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Hidayat menambahkan, dirinya amat kecewa dengan sikap para pengusaha yang terkesan memaksakan kehendak dengan membuat pernyataan-pernyataan yang mengancam pemerintah. Karena itu, Hidayat meminta pengusaha untuk tidak memaksakan kehendak.
"Jangan memaksakan kehendak, kalau pengusaha memaksakan kehendak saya juga tidak happy meskipun saya bekas pengusaha," tutup dia.
Seperti diketahui, pasca ditetapkannya UMP di berbagai daerah, banyak muncul reaksi keras dari pengusaha yang menilai penetapan UMP terlalu tinggi. Bahkan, pengusaha mengancam akan melakukan penutupan usaha akibat tingginya upah dan tidak adanya jaminan keamanan dari pemerintah terkait maraknya demi buruh anarkis.
"Kalau sekarang bukan lock out lagi, tapi tutup saja," tegas Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kepada Sindonews beberapa waktu lalu.
Mengenai usulan ini, pemerintah berjanji akan mempertimbangkannya. "Ya nanti saya bicara sama Kadin," ucap Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Hidayat menambahkan, dirinya amat kecewa dengan sikap para pengusaha yang terkesan memaksakan kehendak dengan membuat pernyataan-pernyataan yang mengancam pemerintah. Karena itu, Hidayat meminta pengusaha untuk tidak memaksakan kehendak.
"Jangan memaksakan kehendak, kalau pengusaha memaksakan kehendak saya juga tidak happy meskipun saya bekas pengusaha," tutup dia.
Seperti diketahui, pasca ditetapkannya UMP di berbagai daerah, banyak muncul reaksi keras dari pengusaha yang menilai penetapan UMP terlalu tinggi. Bahkan, pengusaha mengancam akan melakukan penutupan usaha akibat tingginya upah dan tidak adanya jaminan keamanan dari pemerintah terkait maraknya demi buruh anarkis.
"Kalau sekarang bukan lock out lagi, tapi tutup saja," tegas Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kepada Sindonews beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :