Buruh dan pengusaha jangan main ancam
Rabu, 05 Desember 2012 - 14:58 WIB
Buruh dan pengusaha jangan main ancam
A
A
A
Sindonews.com - Akhir-akhir ini, konflik antara pengusaha dan buruh semakin meruncing. Demonstrasi buruh semakin marak, para pengusaha pun mengancam akan melakukan penutupan usaha.
Menghadapi situasi ini, pemerintah meminta para buruh untuk tidak selalu mencari penyelesaian masalah melalui demonstrasi.
"Memang berdemo itu bagi buruh suatu hak, tapi yang tidak saya inginkan adalah setiap ketidaksetujuan yang terjadi secara internal itu diselesaikan melalui demo di jalanan," ungkap MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dia menambahkan, demonstrasi buruh dalam jangka panjang justru akan merugikan semua pihak, termasuk buruh sendiri karena menimbulkan keresahan dan menjadi tidak efektif untuk menyelesaikan masalah.
"Tidak bisa semua masalah diselesaikan dengan demo di jalan. Kalau buruh makin sering demo di jalanan jadi makin nggak efektif," jelas dia.
Di samping itu, Hidayat juga menyampaikan ketidaksenangannya terhadap sikap pengusaha yang gemar membuat ancaman melalui media massa. "Jangan memaksakan kehendak, kalau pengusaha memaksakan kehendak saya juga tidak happy meskipun saya bekas pengusaha," pungkas dia.
Untuk menjaga agar semua kepentingan terakomodasi, pihaknya meminta buruh dan pengusaha bersama pemerintah berdialog mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak. "Mesti win-win lah," pungkas dia.
Menghadapi situasi ini, pemerintah meminta para buruh untuk tidak selalu mencari penyelesaian masalah melalui demonstrasi.
"Memang berdemo itu bagi buruh suatu hak, tapi yang tidak saya inginkan adalah setiap ketidaksetujuan yang terjadi secara internal itu diselesaikan melalui demo di jalanan," ungkap MS Hidayat dalam Konferensi Pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dia menambahkan, demonstrasi buruh dalam jangka panjang justru akan merugikan semua pihak, termasuk buruh sendiri karena menimbulkan keresahan dan menjadi tidak efektif untuk menyelesaikan masalah.
"Tidak bisa semua masalah diselesaikan dengan demo di jalan. Kalau buruh makin sering demo di jalanan jadi makin nggak efektif," jelas dia.
Di samping itu, Hidayat juga menyampaikan ketidaksenangannya terhadap sikap pengusaha yang gemar membuat ancaman melalui media massa. "Jangan memaksakan kehendak, kalau pengusaha memaksakan kehendak saya juga tidak happy meskipun saya bekas pengusaha," pungkas dia.
Untuk menjaga agar semua kepentingan terakomodasi, pihaknya meminta buruh dan pengusaha bersama pemerintah berdialog mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak. "Mesti win-win lah," pungkas dia.
(gpr)
Lihat Juga :