Tarik pungutan, OJK belum jaminan mutu
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:45 WIB
Tarik pungutan, OJK belum jaminan mutu
A
A
A
Sindonews.com - Selain permasalahan iuran yang belum juga mendapat kejelasan hingga saat ini, keberadaan Otoritas Jasa Keungan (OJK) sendiri masih disangsikan kalangan ekonom dan penggiat usaha di sektor Perbankan.
Menurut Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, kinerja OJK yang belum terlihat, menjadi salah satu pertimbangan tersendiri dari industri perbankan untuk membayar iuran yang sedianya akan diberlakukan OJK.
"Ini kan (OJK) lembaga baru. Jadi ada nambah lembaga baru, otomatis risiko juga naik, industri harus bayar pula," terang Fauzy saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sementara, dipandang dari sisi lain, kata Fauzy, iuran itu sendiri nantinya harus jelas disampaikan kepada publik, kemana dana iuran itu akan mengalir.
"Iuran OJK untuk apa? Kalau untuk operasional, oke (setuju). Tapi kalau untuk capex (Capital Expenditure/belanja modal), untuk bangun gedung, itu bermasalah," tandasnya.
Menurut Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, kinerja OJK yang belum terlihat, menjadi salah satu pertimbangan tersendiri dari industri perbankan untuk membayar iuran yang sedianya akan diberlakukan OJK.
"Ini kan (OJK) lembaga baru. Jadi ada nambah lembaga baru, otomatis risiko juga naik, industri harus bayar pula," terang Fauzy saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sementara, dipandang dari sisi lain, kata Fauzy, iuran itu sendiri nantinya harus jelas disampaikan kepada publik, kemana dana iuran itu akan mengalir.
"Iuran OJK untuk apa? Kalau untuk operasional, oke (setuju). Tapi kalau untuk capex (Capital Expenditure/belanja modal), untuk bangun gedung, itu bermasalah," tandasnya.
(gpr)