SucorInvest luncurkan Government Bond Fund

Rabu, 05 Desember 2012 - 18:30 WIB
SucorInvest luncurkan...
SucorInvest luncurkan Government Bond Fund
A A A
Sindonews.com - PT Sucorinvest Asset Management yang merupakan Manajer Investasi (MI) berencana akan menerbitkan SucorInvest Government Bond Fund yang merupakan produk reksadana baru berjenis reksadana pendapatan tetap.

Produk ini akan dilaunching pada tanggal 12 Desember 2012 nanti dan akan menjadi produk reksadana ke tujuh yang aktif dari SucorInvest.

Direktur Sucorinvest Christian Hermawan menjelaskan jika produk ini bertujuan untuk menggenjot investor ritel yang membutuhkan lokasi penempatan dana alternatif selain produk reksadana saham atau campuran.

Dia mengatakan, jika produk ketiga yang diterbitkan di tahun ini tersebut merupakan produk untuk melayani investasi di fix income. "Kami sudah mempunyai produk reksadana saham dan reksadana terproteksi," ujar Christian Hermawan saat dihubungi, Rabu (5/12/2012).

SucorInvest Government Bond Fund menginvestasikan 80 persen portofolio dalam obligasi pemerintah karena lebih liquid dibandingkan obligasi dari korporasi. Hal ini dikarenakan dalam obligasi pemerintah bisa juga dibeli sendiri oleh pemerintah untuk mengantisipasi pasar jika sedang lesu.

Selain itu sisanya akan dialokasikan pada korporasi pemerintah atau BUMN. "Sisa 20 persen kita letakkan di beberapa perusahaan BUMN, dengan peringkat minimal investment grade," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak menggunakan obligasi korporasi dari perusahaan swasta, karena berisiko lebih tinggi dan tidak likuid. Dengan proporsi portofolio seperti itu, SucorInvest menargetkan potensi imbal hasil 6-7 persen.

Seperti reksadana lainnya, SucorInvest menyasar nasabah ritel dengan setoran awal minimal Rp250 ribu. "Di tahun depan kami targetkan dana kelolaan bisa mencapai Rp50 miliar-Rp100 miliar," jelas Christian.

Sementara itu Fund Manager Investment Sucorinvest Jemmy Paul mengatakan walaupun produk ini akan menargetkan investor ritel namun investor institusi diprediksi akan tetap mendominasi secara value.

Produk ini bertujuan untuk mengakomodasi investor ritel yang ingin bermain di obligasi namun kekurangan dana. "Kami menargetkan akan meraih investor campuran," ujar Jemmy.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar Edukasi Having Fund di President University bersama Sucorinvest Asset Management
MNC Sekuritas & Sucorinvest...
MNC Sekuritas & Sucorinvest Asset Management Gelar Edukasi Having Fund 2025 di UNTAG Surabaya
MNC Sekuritas dan Sucor...
MNC Sekuritas dan Sucor AM Edukasi Pasar Modal Syariah di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
STAR Asset Management...
STAR Asset Management Luncurkan Reksa Dana Indeks STAR Infobank15
Gandeng KB Valbury Sekuritas,...
Gandeng KB Valbury Sekuritas, MNC Asset Bidik AUM Rp2 Triliun di Sisa Tahun 2025
Hingga Oktober, Dana...
Hingga Oktober, Dana Kelolaan BNI Asset Management Capai Rp24,64 Triliun
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved