PTPP optimistis raih kontrak di atas Rp16,8 T
Kamis, 06 Desember 2012 - 09:40 WIB
PTPP optimistis raih kontrak di atas Rp16,8 T
A
A
A
Sindonews.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) optimitis perolehan kontrak pada 2012 ini bakal melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Rp16,8 triliun.
Perseroan mengincar order book sebesar Rp27 triliun yang terdiri dari kontrak carry over sebesar Rp10,2 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp16,8 triliun.
"Hingga akhir Oktober 2012 perolehan kontrak baru tercatat sebesar Rp16,3 trilliun sehingga perusahaan optimistis perolehan kontrak 2012 akan melebihi target yang telah ditetapkan," kata Corporate Secretary Betty Ariana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2012).
BUMN konstruksi dan investasi itu mencatat lonjakan laba sebesar 73 persen pada akhir September 2012 sebesar Rp105,6 miliar dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp60,95 miliar.
Pencapaian kinerja perusahaan masih didominasi oleh sektor konstruksi dengan memberikan kontribusi terbesar atas perolehan pendapatan maupun laba Perusahaan sebesar 77 persen sedangkan sektor EPC memberikan kontribusi sebesar 21 persen dan Property sebesar dua persen.
"Kenaikan alokasi belanja infrastruktur dalam APBN 2013 dengan total nilai belanja sebesar Rp204 triliun dibandingkan 2012 yang hanya sebesar Rp174,9 triliun, memberikan angin segar bagi perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa konstruksi terbesar di Indonesia," jelas dia.
Perseroan mengincar order book sebesar Rp27 triliun yang terdiri dari kontrak carry over sebesar Rp10,2 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp16,8 triliun.
"Hingga akhir Oktober 2012 perolehan kontrak baru tercatat sebesar Rp16,3 trilliun sehingga perusahaan optimistis perolehan kontrak 2012 akan melebihi target yang telah ditetapkan," kata Corporate Secretary Betty Ariana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2012).
BUMN konstruksi dan investasi itu mencatat lonjakan laba sebesar 73 persen pada akhir September 2012 sebesar Rp105,6 miliar dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp60,95 miliar.
Pencapaian kinerja perusahaan masih didominasi oleh sektor konstruksi dengan memberikan kontribusi terbesar atas perolehan pendapatan maupun laba Perusahaan sebesar 77 persen sedangkan sektor EPC memberikan kontribusi sebesar 21 persen dan Property sebesar dua persen.
"Kenaikan alokasi belanja infrastruktur dalam APBN 2013 dengan total nilai belanja sebesar Rp204 triliun dibandingkan 2012 yang hanya sebesar Rp174,9 triliun, memberikan angin segar bagi perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa konstruksi terbesar di Indonesia," jelas dia.
(gpr)