2013, pengusaha takutkan ketidakstabilan politik
Kamis, 06 Desember 2012 - 14:02 WIB
2013, pengusaha takutkan ketidakstabilan politik
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soffjan Wanandi menakutkan ketidakstabilan politik, yang dimungkinkan terjadi pada tahun 2013, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Menurutnya, ketidakstabilan politik dapat memicu tingginya pengeluaran pengusaha.
"Pengusaha itu paling takut dengan ketidakstabilan politik. Karena kita tidak bisa hitung lagi cost (biaya) kita itu," ujar Sofjan kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Meski saat ini kondisi politik tidak terlalu stabil, Sofjan mengaku, ada upaya dari pemerintah agar kondisi saat ini tidak semakin memburuk. Kasus demo buruh yang terjadi belakangan ini, menurutnya, merupakan salah satu contoh mulai adanya unsur politik yang terlibat.
"Outlook kita harus menjaga apa yang sudah didapatkan ini, jangan mundur lagi. Sebab situasi politik ini, menurut saya, harus dijaga sama-sama. Semua berkelahi dan menimbulkan ketidakstabilan ini," tuturnya.
Menghindari resiko tersebut, Sofjan menambahkan, banyak pengusaha yang lebih memilih melakukan impor barang jadi untuk dipasarkan di dalam negeri, dibandingkan dengan memproduksi sendiri. Pasalnya, impor dinilai lebih efisien di tengah situasi yang tidak kondusif.
"Orang lebih baik impor saja sekarang, dari pada ambil resiko. Ini yang mesti dijaga dengan pemerintah. Kita ngerti kok, sekarang kita kerja sama untuk kita bangun sama-sama dan tumbuh sama-sama," pungkasnya.
"Pengusaha itu paling takut dengan ketidakstabilan politik. Karena kita tidak bisa hitung lagi cost (biaya) kita itu," ujar Sofjan kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Meski saat ini kondisi politik tidak terlalu stabil, Sofjan mengaku, ada upaya dari pemerintah agar kondisi saat ini tidak semakin memburuk. Kasus demo buruh yang terjadi belakangan ini, menurutnya, merupakan salah satu contoh mulai adanya unsur politik yang terlibat.
"Outlook kita harus menjaga apa yang sudah didapatkan ini, jangan mundur lagi. Sebab situasi politik ini, menurut saya, harus dijaga sama-sama. Semua berkelahi dan menimbulkan ketidakstabilan ini," tuturnya.
Menghindari resiko tersebut, Sofjan menambahkan, banyak pengusaha yang lebih memilih melakukan impor barang jadi untuk dipasarkan di dalam negeri, dibandingkan dengan memproduksi sendiri. Pasalnya, impor dinilai lebih efisien di tengah situasi yang tidak kondusif.
"Orang lebih baik impor saja sekarang, dari pada ambil resiko. Ini yang mesti dijaga dengan pemerintah. Kita ngerti kok, sekarang kita kerja sama untuk kita bangun sama-sama dan tumbuh sama-sama," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :