Dahlan bantah takut DPR
Jum'at, 07 Desember 2012 - 10:32 WIB
Dahlan bantah takut DPR
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membantah anggapan bahwa dirinya kerap mangkir dari undangan Komisi VII DPR terkait pembahasan inefisiensi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga Rp37 triliun pada masa kepemimpinannya karena takut. Dia menyatakan siap diundang DPR kapan pun.
"Mau anda kapan (diundang)?" singkat Dahlan Iskan sebelum meninggalkan acara Ulang Tahun Tabloid Peluang di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Namun, mantan direktur utama perusahaan listrik pelat merah tersebut mengaku belum menerima undangan lagi dari Komisi VII DPR. "Belum, belum tahu," ucapnya.
Disamping itu, Dahlan merasa keberatan dengan istilah 'dipanggil' DPR. Dahlan mengungkapkan, dirinya seharusnya bukan 'dipanggil', melainkan 'diundang' oleh DPR. Dia merasa, istilah pemanggilan tersebut kurang tepat lantaran memberi kesan merendahkan pejabat eksekutif.
"Aku nggak dipanggil DPR, diundang," ujar Dahlan.
Sebelumnya, DPR menuding Dahlan takut menghadapi DPR. Kaburnya Dahlan dari DPR pada 3 Desember 2012 lalu dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan Dahlan untuk dimintai keterangan mengenai inefisiensi tersebut.
"Kalau lihat dari mimiknya tadi memang sangat panik," tutur Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon beberapa waktu lalu.
"Mau anda kapan (diundang)?" singkat Dahlan Iskan sebelum meninggalkan acara Ulang Tahun Tabloid Peluang di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Namun, mantan direktur utama perusahaan listrik pelat merah tersebut mengaku belum menerima undangan lagi dari Komisi VII DPR. "Belum, belum tahu," ucapnya.
Disamping itu, Dahlan merasa keberatan dengan istilah 'dipanggil' DPR. Dahlan mengungkapkan, dirinya seharusnya bukan 'dipanggil', melainkan 'diundang' oleh DPR. Dia merasa, istilah pemanggilan tersebut kurang tepat lantaran memberi kesan merendahkan pejabat eksekutif.
"Aku nggak dipanggil DPR, diundang," ujar Dahlan.
Sebelumnya, DPR menuding Dahlan takut menghadapi DPR. Kaburnya Dahlan dari DPR pada 3 Desember 2012 lalu dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan Dahlan untuk dimintai keterangan mengenai inefisiensi tersebut.
"Kalau lihat dari mimiknya tadi memang sangat panik," tutur Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :