Wismilak lakukan bookbuilding 30% saham
Jum'at, 07 Desember 2012 - 13:17 WIB
Wismilak lakukan bookbuilding 30% saham
A
A
A
Sindonews.com - Produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur (Wismilak) tengah melaksanakan penawaran awal (bookbuilding) yang dilepas sebanyak 629.962.000 lembar atau 30 persen dari modal yang disetor setelah penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dengan harga Rp650 per lembar saham.
Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla mengatakan prosesi penawaran umum saham tersebut memang telah sesuai dengan yang direncanakan perseroan.
"Perseroan bersama PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek akan melakukan masa penawaran pada 6-12 Desember 2012," terang dia di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Setelah prosesi ini sendiri, kata Ronald, perseroan akan langsung melanjutkannya dengan tahap pencatatan (listing) di Bursa Efek Indonesia. Rencananya pencatatan saham di Bursa akan dilakukan pada pertengahan bulan Desember mendatang.
"Rencananya, perseroan akan listing perdana saham pada 18 Desember 2012. Dana yang terkumpul akan dipergunakan untuk belanja modal sebesar 50 persen, modal kerja 30 persen dan 20 persen untuk pelunasan utang," tutupnya.
Berdasarkan kalkulasi, dengan melepas 629.962.000 pada harga saham perdana dipatok Rp650 per lembar, maka dana segar dari gelaran IPO perseroan yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp409,48 miliar. Dana hasil IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk pembiayaan pengembangan usaha perusahaan dan penambahan kapasitas produksi.
Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla mengatakan prosesi penawaran umum saham tersebut memang telah sesuai dengan yang direncanakan perseroan.
"Perseroan bersama PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek akan melakukan masa penawaran pada 6-12 Desember 2012," terang dia di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Setelah prosesi ini sendiri, kata Ronald, perseroan akan langsung melanjutkannya dengan tahap pencatatan (listing) di Bursa Efek Indonesia. Rencananya pencatatan saham di Bursa akan dilakukan pada pertengahan bulan Desember mendatang.
"Rencananya, perseroan akan listing perdana saham pada 18 Desember 2012. Dana yang terkumpul akan dipergunakan untuk belanja modal sebesar 50 persen, modal kerja 30 persen dan 20 persen untuk pelunasan utang," tutupnya.
Berdasarkan kalkulasi, dengan melepas 629.962.000 pada harga saham perdana dipatok Rp650 per lembar, maka dana segar dari gelaran IPO perseroan yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp409,48 miliar. Dana hasil IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk pembiayaan pengembangan usaha perusahaan dan penambahan kapasitas produksi.
(rna)
Lihat Juga :