Pasar rokok diprediksi tumbuh 2 kali populasi penduduk
Jum'at, 07 Desember 2012 - 14:56 WIB
Pasar rokok diprediksi tumbuh 2 kali populasi penduduk
A
A
A
Sindonews.com - PT Wismilak Inti Makmur (Wismilak) mengaku pasar rokok dalam negeri masih akan tumbuh, sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk. Industri rokok dalam negeri diprediksi tumbuh 2-3 kali populasi penduduk.
"Kalau populasi tumbuh 2,2 persen, industri rokok tumbuh 4-6 persen," ujar Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Sejalan dengan kondisi tersebut, Surjanto menambahkan, ke depan perseroan akan mengoptimalkan tiga pabrik perseroan di wilayah Surabaya dan Bojonegoro, di samping penambahan sejumlah mesin.
"Septemper lalu kita juga merilis produk baru yakni Diplomat Mild. Ini kontirbusinya 50 persen dari total mesin kita," tandasnya.
Perseroan pada tahun depan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar atau sekitar 50 persen dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
"Target dana IPO kita sekitar Rp400 miliar. Nanti 50 persen untuk capex," ujarnya.
Perseroan akan melakukan pencatatan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2012, dengan melepas 629.962.000 pada harga saham perdana dipatok Rp650 per lembar. Adapun, proyeksi dana segar hasil IPO, diperkirakan sebesar Rp409,48 miliar.
"Kalau populasi tumbuh 2,2 persen, industri rokok tumbuh 4-6 persen," ujar Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Sejalan dengan kondisi tersebut, Surjanto menambahkan, ke depan perseroan akan mengoptimalkan tiga pabrik perseroan di wilayah Surabaya dan Bojonegoro, di samping penambahan sejumlah mesin.
"Septemper lalu kita juga merilis produk baru yakni Diplomat Mild. Ini kontirbusinya 50 persen dari total mesin kita," tandasnya.
Perseroan pada tahun depan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar atau sekitar 50 persen dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
"Target dana IPO kita sekitar Rp400 miliar. Nanti 50 persen untuk capex," ujarnya.
Perseroan akan melakukan pencatatan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2012, dengan melepas 629.962.000 pada harga saham perdana dipatok Rp650 per lembar. Adapun, proyeksi dana segar hasil IPO, diperkirakan sebesar Rp409,48 miliar.
(rna)
Lihat Juga :