2013, Wismilak naikkan harga rokok 25%
Jum'at, 07 Desember 2012 - 15:06 WIB
2013, Wismilak naikkan harga rokok 25%
A
A
A
Sindonews.com - PT Wismilak Inti Makmur (Wismilak) mengaku tidak terlalu terganggu dengan rencana pemerintah menaikkan cukai rokok untuk semua golongan pada tahun depan. Namun, mulai tahun depan, perseroan berencana menaikkan harga jual rokok sampai 25 persen.
Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera menjelaskan, beban kenaikan bea cukai yang diterima perseroan sendiri hanya berada pada kisaran 5-6 persen.
"Prediksi kita kenaikannya sekitar 10 persen (kenaikan cukai). Namun, ternyata lebih rendah (hanya 5-6 persen) jadi tidak masalah. Saat ini, cukai kita Rp270 per batang. Kemungkinan naik jadi Rp285 per batang," ujarnya di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Dia menambahkan, dari kenaikan cukai tersebut, perseroan akan menaikkan harga jual rokok tahun 2013 pada kisaran 10-25 persen. "Nanti tergantung brand-nya," sambung dia.
Sementara, dengan target peningkatan tersebut, perseroan juga berencana menaikkan target produksi rokok pada tahun depan sebanyak 3,6 miliar batang.
"Dari target tersebut diharapkan dapat meraup meningkatan pendapatan hingga 40 persen dari perolehan tahun ini," ujarnya.
Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera menjelaskan, beban kenaikan bea cukai yang diterima perseroan sendiri hanya berada pada kisaran 5-6 persen.
"Prediksi kita kenaikannya sekitar 10 persen (kenaikan cukai). Namun, ternyata lebih rendah (hanya 5-6 persen) jadi tidak masalah. Saat ini, cukai kita Rp270 per batang. Kemungkinan naik jadi Rp285 per batang," ujarnya di Kantor Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Dia menambahkan, dari kenaikan cukai tersebut, perseroan akan menaikkan harga jual rokok tahun 2013 pada kisaran 10-25 persen. "Nanti tergantung brand-nya," sambung dia.
Sementara, dengan target peningkatan tersebut, perseroan juga berencana menaikkan target produksi rokok pada tahun depan sebanyak 3,6 miliar batang.
"Dari target tersebut diharapkan dapat meraup meningkatan pendapatan hingga 40 persen dari perolehan tahun ini," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :