Daya beli susu di Kulonprogo rendah

Jum'at, 07 Desember 2012 - 17:40 WIB
Daya beli susu di Kulonprogo...
Daya beli susu di Kulonprogo rendah
A A A
Sindonews.com - Daya beli masyarakat Kulonprogo terhadap susu sapi sangat rendah. Imbasnya, produksi susu peternak lokal tidak terserap. Perkembangan ternak sapi perah pun tak berjalan baik.

Peternak sapi perah asal Josutan, Karangsari, Pengasih, Samiji mengatakan 50 persen susu sapi produksinya tidak terserap pasar Kulonproogo. Menurutnya, meski ada saja yang membeli susu darinya, namun tidak ada yang berlangganan.

Kondisi ini membuat volume susu yang diproduksinya tidak menentu. "Serapan susu di masyarakat sangat rendah. Efeknya kita kesulitan mengembangkan usaha karena tidak didukung daya beli dari masyarakat," kata Samiji di Kulonprogo, Jumat (7/12/2012).

Untuk memasarkan produk susunya, dia mengaku harus berkeliling ke sekolah-sekolah dan rumah warga. Susu sapi produksinya dihargai Rp1.500 per gelas, atau Rp6.000 per liter untuk susu mentah. Upaya itu tetap saja tak banyak membantu menggaet pelanggan.

Warga lebih suka membeli susu kemasan bermerek. "Memang cukup sulit memasarkan susu di Kulonprogo. Padahal di sekolah kan selalu diajarkan minum susu baik untuk kesehatan dan pertumbuhan. Tapi susu lokal ternyata tidak laku dijual," jelasnya.

Untuk menyiasatinya, Samiji mengaku terpaksa menjual susu produksinya ke wilayah Sleman. Sebab, serapan susu di daerah tetangga jauh lebih tinggi. Apalagi, di sana didukung koperasi yang melakukan pengolahan susu segar.

Dia sendiri mengaku tidak tahu sampai kapan akan menghadapi situasi sulit itu. Dia berharap, ke depan, produksi susu peternak Kulonprogo dapat terserap di daerahnya. Dia juga berharap ada dukungan berupa pengolahan susu segar.

Kepala Sub Bidang Bina Usaha Ternak Besar, Dinas Kelautan Perikanan Peternakan (Kepenak) Kulonprogo, Agus Saib membenarkan rendahnya tingkat penyerapan susu sapi di Kulonprogo. Menurut dia, kondisi ini tak lepas dari daya beli masyarakatnya yang juga masih rendah.

Dia mengatakan, sejauh ini produksi susu perah Kulonprogo masih rendah. Setiap bulan, peternak baru menghasilkan 15,925 ton susu segar saja. Dengan begitu, rencana pendirian pabrik pengolahan susu batal karena dilakukan kurangnya pasokan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina SMEXPO Geliatkan...
Pertamina SMEXPO Geliatkan Ekonomi Rakyat di Yogyakarta
Dongkrak Ekonomi Warga...
Dongkrak Ekonomi Warga Jogja, Nara Kupu Gelar Lagi Pasar Sayur dan Pets Day Out
Tiga Jurus Sandiaga...
Tiga Jurus Sandiaga Tingkatkan Daya Saing Pelaku Parekraf
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Jatim Alami...
Ekonomi Jatim Alami Kontraksi, Pertumbuhannya Kalah Dari Banten dan Yogyakarta
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
50 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
17 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved