DPK Bank BJB capai Rp52 triliun
Minggu, 09 Desember 2012 - 15:22 WIB
DPK Bank BJB capai Rp52 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menjelaskan, selama periode Januari-September 2012 Bank BJB mencatat pertumbuhan tabungan menjadi Rp7 triliun dari Rp4 triliun di 2011. Sampai akhir tahun, perusahannya diharapkan mampu menyerap tabungan mendekati angka Rp8 triliun.
"Kami berharap, nilai tabungan tumbuh di atas 50 persen dan 2013 bisa tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode 2011," jelas Bien di Serang, Banten, Minggu (9/12/2012).
Pada periode tersebut, jumlah penabung tumbuh 100 persen. Dari 1,7 juta penabung di 2011 menjadi 2,5 juta mendekati akhir tahun 2012. Atau tumbuh sekitar 800.000 penabung.
Sementara target tabungan senilai Rp15 triliun optimistis tercapai berkaca pada potensi pasar serta penetrasi outlet Bank BJB di semua kawasan. Saat ini Bank BJB telah memiliki 437 outlet, 2013 diharapkan menjadi 1.000 outlet.
Peningkatan serapan tabungan, diharapkan mendongkrak dana pihak ketiga (DPK) Bank BJB. 2013, Bank BJB berharap mampu menggejot pertumbuhan DPK antara 25-30 persen. Pencapaian serapan DPK Bank BJB per September 2012 senilai Rp52 triliun, tercatat tumbuh sekitar 31 persen dari periode sebelumnya.
"Pertumbuhan DPK kita cukup besar, melebihi pertumbuhan rata rata industri yang hanya tembus di angka 18 persen," tambah Bien. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan deposito dan giro.
Peningkatan tersebut, berdampak signfikan terhadap kerja perseroan. Peningkatan DPK mendongkrak jumlah load deposit ratio (LDR) Bank BJB yang saat ini pada posisi 65 persen. Artinya, masih banyak dana terserap yang bisa dialokasikan untuk sektor pembiayaan. Terutama membidik sektor mikro. Saat ini pembiayaan mikro baru mencapai Rp4,3 triliun dari total kredit Rp32 triliun.
"Kita akan ekspansi kredit pada sektor mikro. Saat ini komposisi kredit mikro telah mencapai 15 persen dari total kredit. Jadi apabila Bank Indonesia mengharuskan kredit mikro 20 persen dari total kredit, pasti bisa terlampaui," imbuh Bien.
"Kami berharap, nilai tabungan tumbuh di atas 50 persen dan 2013 bisa tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode 2011," jelas Bien di Serang, Banten, Minggu (9/12/2012).
Pada periode tersebut, jumlah penabung tumbuh 100 persen. Dari 1,7 juta penabung di 2011 menjadi 2,5 juta mendekati akhir tahun 2012. Atau tumbuh sekitar 800.000 penabung.
Sementara target tabungan senilai Rp15 triliun optimistis tercapai berkaca pada potensi pasar serta penetrasi outlet Bank BJB di semua kawasan. Saat ini Bank BJB telah memiliki 437 outlet, 2013 diharapkan menjadi 1.000 outlet.
Peningkatan serapan tabungan, diharapkan mendongkrak dana pihak ketiga (DPK) Bank BJB. 2013, Bank BJB berharap mampu menggejot pertumbuhan DPK antara 25-30 persen. Pencapaian serapan DPK Bank BJB per September 2012 senilai Rp52 triliun, tercatat tumbuh sekitar 31 persen dari periode sebelumnya.
"Pertumbuhan DPK kita cukup besar, melebihi pertumbuhan rata rata industri yang hanya tembus di angka 18 persen," tambah Bien. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan deposito dan giro.
Peningkatan tersebut, berdampak signfikan terhadap kerja perseroan. Peningkatan DPK mendongkrak jumlah load deposit ratio (LDR) Bank BJB yang saat ini pada posisi 65 persen. Artinya, masih banyak dana terserap yang bisa dialokasikan untuk sektor pembiayaan. Terutama membidik sektor mikro. Saat ini pembiayaan mikro baru mencapai Rp4,3 triliun dari total kredit Rp32 triliun.
"Kita akan ekspansi kredit pada sektor mikro. Saat ini komposisi kredit mikro telah mencapai 15 persen dari total kredit. Jadi apabila Bank Indonesia mengharuskan kredit mikro 20 persen dari total kredit, pasti bisa terlampaui," imbuh Bien.
(gpr)
Lihat Juga :