Atlas Resources pangkas capex 50%
Selasa, 11 Desember 2012 - 12:31 WIB
Atlas Resources pangkas capex 50%
A
A
A
Sindonews.com - PT Atlas Resources Tbk (ARII) berencana memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 50 persen dari target awal yang dipatok sebesar USD71 juta sebagai akibat dari buruknya kondisi pasar batu bara.
"Tahun ini capex dipangkas 50 persen," ujar Direktur Utama ARII, Andre Abdi dalam paparan publiknya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Pemangkasan belanja modal ini, kata Andre, karenakan masih buruknya kondisi pasar batu bara sepanjang tahun 2012. Akibatnya, perseroan juga harus menunda beberapa pembangunan infrastruktur. Dengan demikian serapan belanja modal perseroan tahun ini menjadi lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.
"Kondisi global menyebabkan demand (permintaan) terhadap batu bara menjadi turun, harga juga turun. Jadi kami tunda pembangunan infrastruktur, kita mau lihat dulu kondisi pasar. Kalau membaik, baru kami bangun infrastruktur untuk tambah kapasitas produksi," tandasnya.
Adapun sumber dana belanja modal perseroan berasal dari hasil penawaran umum saham perdana dan aksi korporasi lainnya. Sementara dampak dari pemangkasan belanja modal tersebut berupa penundaan pembangunan haul road 2, dengan nilai investasi sebesar USD50 juta. Kendati demikian, perseroan menargetkan pembangunan haul road 2 akan rampung pada Juni tahun depan.
"Tahun ini capex dipangkas 50 persen," ujar Direktur Utama ARII, Andre Abdi dalam paparan publiknya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Pemangkasan belanja modal ini, kata Andre, karenakan masih buruknya kondisi pasar batu bara sepanjang tahun 2012. Akibatnya, perseroan juga harus menunda beberapa pembangunan infrastruktur. Dengan demikian serapan belanja modal perseroan tahun ini menjadi lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.
"Kondisi global menyebabkan demand (permintaan) terhadap batu bara menjadi turun, harga juga turun. Jadi kami tunda pembangunan infrastruktur, kita mau lihat dulu kondisi pasar. Kalau membaik, baru kami bangun infrastruktur untuk tambah kapasitas produksi," tandasnya.
Adapun sumber dana belanja modal perseroan berasal dari hasil penawaran umum saham perdana dan aksi korporasi lainnya. Sementara dampak dari pemangkasan belanja modal tersebut berupa penundaan pembangunan haul road 2, dengan nilai investasi sebesar USD50 juta. Kendati demikian, perseroan menargetkan pembangunan haul road 2 akan rampung pada Juni tahun depan.
(rna)
Lihat Juga :