Dari rawon sampai peyek Indonesia laku di Eropa
Selasa, 11 Desember 2012 - 12:50 WIB
Dari rawon sampai peyek Indonesia laku di Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Sepulang dari perjalanannya ke Eropa dalam rangka misi dagang, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi membawa cerita unik tentang produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia yang laku di Eropa.
Bayu menuturkan, ternyata banyak makanan khas Indonesia yang amat diminati oleh orang-orang Eropa. "Yang menarik buat saya adalah yang diminta pasar Eropa ternyata banyak yang tidak kita duga, misalnya kloewek (bahan dasar bumbu rawon), ini laku di sana," ujar Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia menyebut beberapa makanan khas Indonesia seperti rawon, sekuteng, sambal goreng, dan peyek sebagai beberapa contoh produk UKM yang laku di Eropa. Bahkan, produk-produk yang berharga murah di Indonesia tersebut bisa dijual mahal di Eropa.
"Kemudian East Java Beef Soup, padahal rawon. Sekuteng, sambal goreng dalam kemasan merek Rapindo. Ada peyek dijual hampir Rp20 ribu, ini dijual pakai kontainer," paparnya.
Produk-produk UKM asal Indonesia ini, lanjutnya, masuk ke Eropa melalui Belanda. "Ini laku terjual di Eropa, masuknya lewat Belanda," imbuh dia.
Selain itu, kata Wamendag, produk-produk gandum Indonesia juga mulai merambah ke Eropa. "Produk-produk gandum juga mulai masuk ke Jerman, Belgia, dan juga Eropa Timur," tutup Bayu.
Bayu menuturkan, ternyata banyak makanan khas Indonesia yang amat diminati oleh orang-orang Eropa. "Yang menarik buat saya adalah yang diminta pasar Eropa ternyata banyak yang tidak kita duga, misalnya kloewek (bahan dasar bumbu rawon), ini laku di sana," ujar Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia menyebut beberapa makanan khas Indonesia seperti rawon, sekuteng, sambal goreng, dan peyek sebagai beberapa contoh produk UKM yang laku di Eropa. Bahkan, produk-produk yang berharga murah di Indonesia tersebut bisa dijual mahal di Eropa.
"Kemudian East Java Beef Soup, padahal rawon. Sekuteng, sambal goreng dalam kemasan merek Rapindo. Ada peyek dijual hampir Rp20 ribu, ini dijual pakai kontainer," paparnya.
Produk-produk UKM asal Indonesia ini, lanjutnya, masuk ke Eropa melalui Belanda. "Ini laku terjual di Eropa, masuknya lewat Belanda," imbuh dia.
Selain itu, kata Wamendag, produk-produk gandum Indonesia juga mulai merambah ke Eropa. "Produk-produk gandum juga mulai masuk ke Jerman, Belgia, dan juga Eropa Timur," tutup Bayu.
(gpr)
Lihat Juga :