2013, Atlas Resources alokasikan capex USD50 juta
Selasa, 11 Desember 2012 - 12:54 WIB
2013, Atlas Resources alokasikan capex USD50 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Atlas Resources Tbk (ARII) meyatakan hanya akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2013 sebesar USD50 juta.
Direktur Utama ARII Andre Abdi mengaku, angka belanja modal tersebut lebih kecil dibanding target awal belanja modal tahun 2012 ini, yang sebesar USD71 juta. Hal ini disebabkan, masih buruknya kondisi pasar batu bara global, sehingga perseroan belum merasa perlu meningkatkan produktivitas perseroan.
"Capex tahun 2013 sekitar USD50 juta. Kenapa kecil? kita tidak perlu terlalu banyak capex untuk meningkatkan produktivitas kita," terangnya dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Lebih lanjut Andre menerangkan, guna merespon masih terpuruknya pasar batu bara, perseroan juga akan melakukan beberapa langkah strategis pada tahun depan.
"Salah satu langkah strategis yang kami lakukan untuk mengantisipasi turunnya harga batu bara adalah dengan melakukan efisiensi biaya bidang operasional, antara lain melalui penghematan penggunaan BBM (bahan bakar minyak). Selain itu, kami juga akan memfokuskan diri pada peningkatan pasokan ke pasar domestik," tegas dia.
Sementara pada tahun ini, perseroan memutuskan memangkas belanja modalnya mencapai 50 persen dari alokasi USD71 juta. Ini dilakukan sebagai imbas masih buruknya kondisi pasar batu bara sepanjang tahun 2012.
Akibatnya, perseroan juga harus menunda beberapa pembangunan infrastruktur. Dengan demikian serapan belanja modal perseroan tahun ini menjadi lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.
Direktur Utama ARII Andre Abdi mengaku, angka belanja modal tersebut lebih kecil dibanding target awal belanja modal tahun 2012 ini, yang sebesar USD71 juta. Hal ini disebabkan, masih buruknya kondisi pasar batu bara global, sehingga perseroan belum merasa perlu meningkatkan produktivitas perseroan.
"Capex tahun 2013 sekitar USD50 juta. Kenapa kecil? kita tidak perlu terlalu banyak capex untuk meningkatkan produktivitas kita," terangnya dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Lebih lanjut Andre menerangkan, guna merespon masih terpuruknya pasar batu bara, perseroan juga akan melakukan beberapa langkah strategis pada tahun depan.
"Salah satu langkah strategis yang kami lakukan untuk mengantisipasi turunnya harga batu bara adalah dengan melakukan efisiensi biaya bidang operasional, antara lain melalui penghematan penggunaan BBM (bahan bakar minyak). Selain itu, kami juga akan memfokuskan diri pada peningkatan pasokan ke pasar domestik," tegas dia.
Sementara pada tahun ini, perseroan memutuskan memangkas belanja modalnya mencapai 50 persen dari alokasi USD71 juta. Ini dilakukan sebagai imbas masih buruknya kondisi pasar batu bara sepanjang tahun 2012.
Akibatnya, perseroan juga harus menunda beberapa pembangunan infrastruktur. Dengan demikian serapan belanja modal perseroan tahun ini menjadi lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.
(rna)
Lihat Juga :