Ini tips Wamendag untuk UKM eksportir
Selasa, 11 Desember 2012 - 13:39 WIB
Ini tips Wamendag untuk UKM eksportir
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menilai, produk-produk UKM Indonesia amat prospektif. Buktinya, ia melihat sendiri berbagai produk UKM asal Indonesia mulai dari rawon hingga peyek ternyata laris di Eropa meski saat ini Eropa tengah dilanda badai krisis ekonomi.
"UKM kita ternyata cukup berhasil melakukan ekspor, ini salah satu buktinya. Dan mereka mengatakan, ini tidak kena krisis, nggak pernah ada turunnya, sangat menjanjikan," ucap Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Agar bisa bersaing di pasaran Eropa, Bayu memberikan beberapa kiat untuk UKM-UKM di Indonesia. Pertama, produk UKM harus didiversifikasi untuk mempermudah pemasaran.
"Satu, harus siap dengan keragaman produk. Kalau kita ekspor satu kontainer krupuk jelas susah memasarkannya. 100-150 jenis produk dibuat para eksportir dalam satu kontainer," kata dia.
Kemudian, para UKM eksportir harus memahami serta mengikuti peraturan-peraturan dagang di negara tujuan ekspor agar tidak mengalami hambatan hukum. "Kedua, taati aturan produk di negara setempat," sambungnya.
Bayu berharap, prestasi dan kiat-kiat eksportir produk-produk UKM asal Indonesia ini bisa diterapkan di berbagai sasaran baru ekspor Indonesia, misalnya kawasan Timur Tengah.
"Pola itu juga diharapkan ada di Jordania. Ini juga bisa diperluas dengan produk-produk furnitur. Yang sangat mengharapkan produk Indonesia di sana adalah Syria dan Palestina. Kita bisa masukan lewat Jordania," ungkap Wamendag.
Demi terus memajukan UKM Indonesia, Bayu juga berjanji akan melanjutkan usaha pembukaan pasar-pasar ekspor baru. "Kita akan terus mendorong diversifikasi pasar kita untuk produk-produk semacam ini," tutupnya.
"UKM kita ternyata cukup berhasil melakukan ekspor, ini salah satu buktinya. Dan mereka mengatakan, ini tidak kena krisis, nggak pernah ada turunnya, sangat menjanjikan," ucap Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Agar bisa bersaing di pasaran Eropa, Bayu memberikan beberapa kiat untuk UKM-UKM di Indonesia. Pertama, produk UKM harus didiversifikasi untuk mempermudah pemasaran.
"Satu, harus siap dengan keragaman produk. Kalau kita ekspor satu kontainer krupuk jelas susah memasarkannya. 100-150 jenis produk dibuat para eksportir dalam satu kontainer," kata dia.
Kemudian, para UKM eksportir harus memahami serta mengikuti peraturan-peraturan dagang di negara tujuan ekspor agar tidak mengalami hambatan hukum. "Kedua, taati aturan produk di negara setempat," sambungnya.
Bayu berharap, prestasi dan kiat-kiat eksportir produk-produk UKM asal Indonesia ini bisa diterapkan di berbagai sasaran baru ekspor Indonesia, misalnya kawasan Timur Tengah.
"Pola itu juga diharapkan ada di Jordania. Ini juga bisa diperluas dengan produk-produk furnitur. Yang sangat mengharapkan produk Indonesia di sana adalah Syria dan Palestina. Kita bisa masukan lewat Jordania," ungkap Wamendag.
Demi terus memajukan UKM Indonesia, Bayu juga berjanji akan melanjutkan usaha pembukaan pasar-pasar ekspor baru. "Kita akan terus mendorong diversifikasi pasar kita untuk produk-produk semacam ini," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :