Atlas Resources proyeksikan volume penjualan turun
Selasa, 11 Desember 2012 - 13:50 WIB
Atlas Resources proyeksikan volume penjualan turun
A
A
A
Sindonews.com - PT Atlas Resources Tbk (ARII) memperkirakan penurunan volume penjualan batu bara perseroan pada tahun ini, yang diakibatkan lemahnya permintaan komoditas tambang ini dari pasar global.
Perseroan sempat memasang target penjualan volume batu bara tahun ini 2,42 juta ton, namun diperkirakan turun menajdi 1,5 juta ton. Sementara pada tahun lalu, volume penjualan batu bara perseroan tercatat 1,21 juta ton.
"Volume penjualan, tahun ini lemah karena kondisi pasar global," terang Direktur Utama ARII, Andre Abdi dalam paparan publiknya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Selain faktor dari pasar global, dari dalam negeri sendiri penurunan volume penjualan juga turut dipengaruhi kurangnya serapan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, yang tidak mampu menyerap batu bara yang diproduksi perseroan.
"PLN juga tidak bisa merealisasikan kontrak 1,5 juta ton. PLN cuma bisa serap 100 ribu ton saja tahun ini," sambung dia.
Pasar produk batu bara perseroan saat ini masih dikuasai oleh Taiwan 48 persen, Jepang 15 persen, China 13 persen, domestik 12 persen, dan India 1 persen. Pada kuartal tiga tahun ini, perseroan mencatat volume produksi sebanyak 975 ribu ton, volume penjualan ekspor 705 ribu ton dan 101 ribu ton untuk pasar domestik.
Sementara untuk tahun depan, perseroan menargetkan volume penjualan sekitar 1,5-4,5 juta ton. Diharapkan, 1,5 juta ton bisa terserap PLN. "Kalau tahun depan, kami proyeksikan kontrak dengan PLN bisa optimal," tandas dia.
Perseroan sempat memasang target penjualan volume batu bara tahun ini 2,42 juta ton, namun diperkirakan turun menajdi 1,5 juta ton. Sementara pada tahun lalu, volume penjualan batu bara perseroan tercatat 1,21 juta ton.
"Volume penjualan, tahun ini lemah karena kondisi pasar global," terang Direktur Utama ARII, Andre Abdi dalam paparan publiknya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Selain faktor dari pasar global, dari dalam negeri sendiri penurunan volume penjualan juga turut dipengaruhi kurangnya serapan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, yang tidak mampu menyerap batu bara yang diproduksi perseroan.
"PLN juga tidak bisa merealisasikan kontrak 1,5 juta ton. PLN cuma bisa serap 100 ribu ton saja tahun ini," sambung dia.
Pasar produk batu bara perseroan saat ini masih dikuasai oleh Taiwan 48 persen, Jepang 15 persen, China 13 persen, domestik 12 persen, dan India 1 persen. Pada kuartal tiga tahun ini, perseroan mencatat volume produksi sebanyak 975 ribu ton, volume penjualan ekspor 705 ribu ton dan 101 ribu ton untuk pasar domestik.
Sementara untuk tahun depan, perseroan menargetkan volume penjualan sekitar 1,5-4,5 juta ton. Diharapkan, 1,5 juta ton bisa terserap PLN. "Kalau tahun depan, kami proyeksikan kontrak dengan PLN bisa optimal," tandas dia.
(rna)
Lihat Juga :