Disparitas harga premium dengan pertamax terlalu jauh
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:14 WIB
Disparitas harga premium dengan pertamax terlalu jauh
A
A
A
Sindonews.com - Disparitas harga antara Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan nonsubisidi terlalu jauh. Hal ini menyebabkan para pengguna kendaraan enggan untuk menggunakan BBM nonsubsidi.
Menurut Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, jika harga BBM bersubsidi terlalu rendah, maka bahan bakar yang lain menjadi tidak layak lantaran disparitas yang terlalu jauh. Disparitas BBM bersubsidi dengan nonsubsidi dapat mencapai dua kali lipat.
"Nah, hal ini yang harus kita pertimbangkan bersama. Ini terus jadi bahan diskusi Kementerian ESDM dengan jajarannya," ungkap dia, kala ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Meski demikian, dia mengatakan sampai saat ini pemerintah belum mempunyai rencana untuk menyesuaikan harga BBM. Menurutnya, dengan penyesuaian harga tersebut akan mendapatkan beberapa masalah baru.
"Kalau seandainya ada kebijakan itu, kita harus hati-hati sekali karena kalau BBM bersubsidi mau dinaikkan itu yang terjadi adalah inflasi. Kita tidak ingin masyarakan menjadi sulit karena tidak ada kenaikan harga BBM, tapi harga-harga cenderung naik. jadi kita harus waspada dan bijaksana soal itu," tukas dia.
Menurut Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, jika harga BBM bersubsidi terlalu rendah, maka bahan bakar yang lain menjadi tidak layak lantaran disparitas yang terlalu jauh. Disparitas BBM bersubsidi dengan nonsubsidi dapat mencapai dua kali lipat.
"Nah, hal ini yang harus kita pertimbangkan bersama. Ini terus jadi bahan diskusi Kementerian ESDM dengan jajarannya," ungkap dia, kala ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Meski demikian, dia mengatakan sampai saat ini pemerintah belum mempunyai rencana untuk menyesuaikan harga BBM. Menurutnya, dengan penyesuaian harga tersebut akan mendapatkan beberapa masalah baru.
"Kalau seandainya ada kebijakan itu, kita harus hati-hati sekali karena kalau BBM bersubsidi mau dinaikkan itu yang terjadi adalah inflasi. Kita tidak ingin masyarakan menjadi sulit karena tidak ada kenaikan harga BBM, tapi harga-harga cenderung naik. jadi kita harus waspada dan bijaksana soal itu," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :