Kadin: Dampak kenaikan harga BBM tidak signifikan
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:38 WIB
Kadin: Dampak kenaikan harga BBM tidak signifikan
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan, tidak akan terjadi dampak yang besar terhadap perekonomian nasional bila harga BBM subsidi dinaikkan karena sebagian besar subsidi dinikmati golongan mampu.
"Kenaikan harga BBM itu pasti menyebabkan inflasi, kalau dampaknya terhadap konsumsi saya kira tidak akan menurun karena yang menikmati itu orang-orang mampu," jelas Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Adapun mengenai inflasi yang akan terjadi sebagai akibat kenaikan harga BBM subsidi, menurut Suryo, bisa dikendalikan dengan kebijakan-kebijakan khusus dari Bank Indonesia (BI). "Kalau inflasi itu kan bisa terkoreksi sendiri, tapi perlu kebijakan-kebijakan khusus dari BI dan sebagainya," tuturnya.
Selain itu, pengalihan subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja justru akan membuat ekonomi Indonesia semakin baik dengan terciptanya banyak lapangan kerja baru dan infrastruktur yang meningkatkan efisiensi usaha.
"Kita ciptakan lapangan kerja, infrastrukur, saya yakin itu akan menciptakan ekonomi yang lebih sehat," pungkas dia.
Sebelumnya, Kadin meminta agar subsidi energi dipotong Rp150 triliun. Pasalnya, beban subsidi energi dalam APBN dinilai Kadin sangat besar dan tidak rasional. "Kadin memberikan saran kepada pemerintah untuk memotong subsidi sekitar Rp150 triliun," kata Suryo.
"Kenaikan harga BBM itu pasti menyebabkan inflasi, kalau dampaknya terhadap konsumsi saya kira tidak akan menurun karena yang menikmati itu orang-orang mampu," jelas Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Adapun mengenai inflasi yang akan terjadi sebagai akibat kenaikan harga BBM subsidi, menurut Suryo, bisa dikendalikan dengan kebijakan-kebijakan khusus dari Bank Indonesia (BI). "Kalau inflasi itu kan bisa terkoreksi sendiri, tapi perlu kebijakan-kebijakan khusus dari BI dan sebagainya," tuturnya.
Selain itu, pengalihan subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja justru akan membuat ekonomi Indonesia semakin baik dengan terciptanya banyak lapangan kerja baru dan infrastruktur yang meningkatkan efisiensi usaha.
"Kita ciptakan lapangan kerja, infrastrukur, saya yakin itu akan menciptakan ekonomi yang lebih sehat," pungkas dia.
Sebelumnya, Kadin meminta agar subsidi energi dipotong Rp150 triliun. Pasalnya, beban subsidi energi dalam APBN dinilai Kadin sangat besar dan tidak rasional. "Kadin memberikan saran kepada pemerintah untuk memotong subsidi sekitar Rp150 triliun," kata Suryo.
(gpr)
Lihat Juga :