Kasus pencucian uang, HSBC didenda USD1,9 miliar
Selasa, 11 Desember 2012 - 18:22 WIB
Kasus pencucian uang, HSBC didenda USD1,9 miliar
A
A
A
Sindonews.com - HSBC Holding terpaksa harus membayar USD1,9 miliar untuk penangguhan tuntutan terkait kasus pencucian uang.
Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/12/2012), Senat AS menuduh pimpinan HSBC sengaja melonggarkan pengawasan terhadap kebijakan banknya.
Komite Senat menyatakan kegagalan HSBC dalam mengontrol pencucian uang telah membuka akses teroris dan kartel narkoba pada sistem keuangan AS.
Mereka dituduh melanggar aturan pencucian uang karena membuka layanan keuangan dengan negara yang mendapat sanksi dari AS, Iran dan Sudan.
HSBC terancam kehilangan dana hingga USD1,25 miliar, jika terjadi, penyitaan ini merupakan yang terbesar yang pernah ada dalam kasus perbankan. Selain itu, Mereka juga harus membayar USD665 juta untuk pelanggaran sipil.
Untuk membayar denda tersebut, Pejabat HSBC, Suart Gulliver's mengatakan akan mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan.
Selain merogoh kocek USD1,9 miliar untuk penangguhan, HSBC juga harus membayar USD100 juta kepada bank sentral AS dan USD227 juta kepada pengadilan Manhattan. Mereka juga harus membayar denda USD132 juta dolar kepada Kantor Departemen Keuangan Pengawasan Aset Luar Negeri.
Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/12/2012), Senat AS menuduh pimpinan HSBC sengaja melonggarkan pengawasan terhadap kebijakan banknya.
Komite Senat menyatakan kegagalan HSBC dalam mengontrol pencucian uang telah membuka akses teroris dan kartel narkoba pada sistem keuangan AS.
Mereka dituduh melanggar aturan pencucian uang karena membuka layanan keuangan dengan negara yang mendapat sanksi dari AS, Iran dan Sudan.
HSBC terancam kehilangan dana hingga USD1,25 miliar, jika terjadi, penyitaan ini merupakan yang terbesar yang pernah ada dalam kasus perbankan. Selain itu, Mereka juga harus membayar USD665 juta untuk pelanggaran sipil.
Untuk membayar denda tersebut, Pejabat HSBC, Suart Gulliver's mengatakan akan mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan.
Selain merogoh kocek USD1,9 miliar untuk penangguhan, HSBC juga harus membayar USD100 juta kepada bank sentral AS dan USD227 juta kepada pengadilan Manhattan. Mereka juga harus membayar denda USD132 juta dolar kepada Kantor Departemen Keuangan Pengawasan Aset Luar Negeri.
(gpr)
Lihat Juga :