PTBA patok harga premium
Selasa, 11 Desember 2012 - 18:29 WIB
PTBA patok harga premium
A
A
A
Sindonews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperoleh kontrak baru dengan menjual 73,1 juta ton dari PT Pupuk Indonesia (PI) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cilacap diatas harga rata-rata batu bara dunia.
"Kami mematok harga premium, karena batu bara kami memiliki jaminan kualitas yang bagus," ujar Sekretasi Perusahaan PTBA, Joko Pramono saat di hubungi, Selasa (11/12/2012).
Menurut dia, selain memiliki sertifikasi jaminan batu bara kualitas bagus, harga batu bara perseroan hanya mengalami penurunan pada kisaran 2 persen ditengah harga batu bara regional, yang anjlok pada kisaran 30 persen.
Joko mengungkapkan, jika 2013 ada kenaikan harga, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan harga berdasarkan kesepakatan bersama. Jika kenaikan harga itu tidak disetujui oleh Pupuk Indonesia dan PLTU Cilacap, perseroan akan menggunakan harga awal yang disepakati, yakni harga premium.
Perusahaan batu bara pelat merah ini juga akan terus komit untuk mengembangkan pasar yang sudah ada saat ini. Terlebih total cadangan batu bara yang dimiliki PTBA mencapai 2 miliar ton.
Menurut dia, penandatanganan perjanjian jual-beli ini dilakukan pekan lalu, dengan rincian 68,6 juta ton dijual ke PT Pupuk Indonesia dan 4,5 juta ton dijual ke PT Sumber Segara Primadaya, pemilik PLTU Cilacap.
Dia juga menambahkan, tahun 2013 mendatang, perseroan menanggarkan belanja modal lebih besar dari tahun ini, yakni Rp1,4 triliun. Pasalnya, perseroan sepanjang 2013 banyak mengerjakan proyek-proyek yang harus dirampungkan pada awal 2014 mendatang. Proyek tersebut, diantaranya pembangun PLTU kapasitas 2x8 megawatt, serta peningkatan kapasitas di Tanjung Enim Sumatera Selatan dari 15 juta ton menjadi 22,7 juta ton.
"Kami mematok harga premium, karena batu bara kami memiliki jaminan kualitas yang bagus," ujar Sekretasi Perusahaan PTBA, Joko Pramono saat di hubungi, Selasa (11/12/2012).
Menurut dia, selain memiliki sertifikasi jaminan batu bara kualitas bagus, harga batu bara perseroan hanya mengalami penurunan pada kisaran 2 persen ditengah harga batu bara regional, yang anjlok pada kisaran 30 persen.
Joko mengungkapkan, jika 2013 ada kenaikan harga, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan harga berdasarkan kesepakatan bersama. Jika kenaikan harga itu tidak disetujui oleh Pupuk Indonesia dan PLTU Cilacap, perseroan akan menggunakan harga awal yang disepakati, yakni harga premium.
Perusahaan batu bara pelat merah ini juga akan terus komit untuk mengembangkan pasar yang sudah ada saat ini. Terlebih total cadangan batu bara yang dimiliki PTBA mencapai 2 miliar ton.
Menurut dia, penandatanganan perjanjian jual-beli ini dilakukan pekan lalu, dengan rincian 68,6 juta ton dijual ke PT Pupuk Indonesia dan 4,5 juta ton dijual ke PT Sumber Segara Primadaya, pemilik PLTU Cilacap.
Dia juga menambahkan, tahun 2013 mendatang, perseroan menanggarkan belanja modal lebih besar dari tahun ini, yakni Rp1,4 triliun. Pasalnya, perseroan sepanjang 2013 banyak mengerjakan proyek-proyek yang harus dirampungkan pada awal 2014 mendatang. Proyek tersebut, diantaranya pembangun PLTU kapasitas 2x8 megawatt, serta peningkatan kapasitas di Tanjung Enim Sumatera Selatan dari 15 juta ton menjadi 22,7 juta ton.
(rna)
Lihat Juga :