Optimalisasi pasar modal lebih berefek dibanding perbankan
Rabu, 12 Desember 2012 - 12:34 WIB

Optimalisasi pasar modal lebih berefek dibanding perbankan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan, industri perbankan tidak bisa terlalu diandalkan untuk mewakili sektor keuangan menyumbang kepada negara, meski sudah tumbuh 20 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Dia menegaskan, jika dioptimalkan perbankan hanya maksimal dapat tumbuh 30 persen dari PDB.
"Karena bank tumbuh di atas 20 persen, itu pun hanya sampai 30 persen dari GDP (PDB)," ungkap Agus pada acara seminar Ikatan Bankir Indonesia “Economic Outlook 2013" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Menurut dia, yang dapat menjadi sumber pembiayaan terbesar adalah pasar modal. Agus menuturkan obligasi di tingkat Surat Utang Negara (SUN) sudah cukup baik. Akan tetapi untuk korporasi, dia menilai mesti ada pembenahan.
"Obligasi korporasi masih perlu diperbaiki, seperti perbaiki standar governance," ungkapnya.
Mengendalikan dua sektor ini, Agus menambahkan sudah ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bersama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tergabung di Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Forum ini akan mengatur hingga ke level teknis, mulai dari deputi hingga Menteri.
"Semua aspek. Jadi mohon ikuti karena dibayang-bayangi krisis. Kalau tidak siaga, kita akan kena krisis," pungkasnya.
Dia menegaskan, jika dioptimalkan perbankan hanya maksimal dapat tumbuh 30 persen dari PDB.
"Karena bank tumbuh di atas 20 persen, itu pun hanya sampai 30 persen dari GDP (PDB)," ungkap Agus pada acara seminar Ikatan Bankir Indonesia “Economic Outlook 2013" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Menurut dia, yang dapat menjadi sumber pembiayaan terbesar adalah pasar modal. Agus menuturkan obligasi di tingkat Surat Utang Negara (SUN) sudah cukup baik. Akan tetapi untuk korporasi, dia menilai mesti ada pembenahan.
"Obligasi korporasi masih perlu diperbaiki, seperti perbaiki standar governance," ungkapnya.
Mengendalikan dua sektor ini, Agus menambahkan sudah ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bersama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tergabung di Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Forum ini akan mengatur hingga ke level teknis, mulai dari deputi hingga Menteri.
"Semua aspek. Jadi mohon ikuti karena dibayang-bayangi krisis. Kalau tidak siaga, kita akan kena krisis," pungkasnya.
(rna)