Medco akan akuisisi blok migas di Yaman
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:24 WIB
Medco akan akuisisi blok migas di Yaman
A
A
A
Sindonews.com - PT Medco Energi International Tbk (MEDC) berencana melakukan akuisisi blok minyak dan gas di Yaman, yang diproyeksikan masih memiliki cadangan minyak hingga hingga 58,6 juta barel.
Direktur Utama MEDC, Lukman Mahfoedz menjelaskan, akuisisi yang dilakukan adalah akuisisi terhadap 25 persen hak pengelolaan blok migas tersebut. "Kita akan akuisisi sebesar 25 persen Blok 9 di Yaman," ujar Lukman di Energy Tower, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Langkah akuisisi ini, dakui Lukman, sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan perseroan untuk mendukung produksi di tahun depan. Hal ini didasarkan hasil penelitian yang menyebutkan potensi cadangan minyak yang tersedia di blok tersebut masih cukup banyak. "Blok 9 ini memiliki cadangan minyak 58,6 juta (barel)," tandasnya.
Sebelumnya, Medco mencatat tidak ada peningkatan target produksi minyak harian (Barrels of Oil Per Day/BOPD) di tahun depan. Lukman Mahfoedz menjelaskan, target produksi tahun 2013 berada pada posisi yang sama dengan target tahun 2012 yang hanya berjumlah 65 ribu BOPD.
Sementara, diakuinya, kendati tidak ada peningkatan target produksi di tahun depan, namun perseroan akan menahan laju penurunan dengan melakukan pengeboran.
Direktur Utama MEDC, Lukman Mahfoedz menjelaskan, akuisisi yang dilakukan adalah akuisisi terhadap 25 persen hak pengelolaan blok migas tersebut. "Kita akan akuisisi sebesar 25 persen Blok 9 di Yaman," ujar Lukman di Energy Tower, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Langkah akuisisi ini, dakui Lukman, sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan perseroan untuk mendukung produksi di tahun depan. Hal ini didasarkan hasil penelitian yang menyebutkan potensi cadangan minyak yang tersedia di blok tersebut masih cukup banyak. "Blok 9 ini memiliki cadangan minyak 58,6 juta (barel)," tandasnya.
Sebelumnya, Medco mencatat tidak ada peningkatan target produksi minyak harian (Barrels of Oil Per Day/BOPD) di tahun depan. Lukman Mahfoedz menjelaskan, target produksi tahun 2013 berada pada posisi yang sama dengan target tahun 2012 yang hanya berjumlah 65 ribu BOPD.
Sementara, diakuinya, kendati tidak ada peningkatan target produksi di tahun depan, namun perseroan akan menahan laju penurunan dengan melakukan pengeboran.
(gpr)
Lihat Juga :