Listrik Pintar kurang diminati di DIY
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:49 WIB
Listrik Pintar kurang diminati di DIY
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah pelanggan Listrik Pintar atau dikenal dengan Pra Bayar di Area Pelayanan Jaringan (APJ) Yogyakarta masih minim. Baru sekitar 10 persen pelanggan yang menggunakan meteran model pulsa. Masyarakat tidak mau ribet, dan memilih menggunakan model meteran lama.
Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN APJ Yogyakarta Nursyamsu Hidayat, mengatakan pelanggan pra bayar hanya 83.896 pelanggan. Padahal total pelanggan yang ada di APJ Yogyakarta mencapai 884.220 pelanggan.
“Jumlahnya masih minim, baru sekitar 10 persen,” jelas Nur Syamsu di DIY, Rabu (12/12/2012).
PLN, ujarnya, sebenarnya telah gencar melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat. Namun masyarakat tetap tidak tertarik, dan justru muncul kesan mahal. Butuh adanya edukasi kepada masyarakat untuk bisa menerima program baru ini.
Listrik model pulsa ini, sebenarnya bisa diatur oleh pelanggan. Mereka juga bisa mengecek sisa saldo yang ada untuk menentukan penggunaan listriknya.
“Loket pembelian token ini belum menjangkau semua daerah, ini juga yang mempengaruhi rendahnya capaian,” tuturnya.
PLN APJ Yogyakarta, juga telah mengumpulkan 8 rayon yang ada untuk lebih memaksimalkan sosialisasi listrik pintar ini. Sebab penggunaan model ini akan mengurangi beban biaya. Dengan cara ini PLN tidak akan membutuhkan petugas pencatat meteran lagi.
Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN APJ Yogyakarta Nursyamsu Hidayat, mengatakan pelanggan pra bayar hanya 83.896 pelanggan. Padahal total pelanggan yang ada di APJ Yogyakarta mencapai 884.220 pelanggan.
“Jumlahnya masih minim, baru sekitar 10 persen,” jelas Nur Syamsu di DIY, Rabu (12/12/2012).
PLN, ujarnya, sebenarnya telah gencar melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat. Namun masyarakat tetap tidak tertarik, dan justru muncul kesan mahal. Butuh adanya edukasi kepada masyarakat untuk bisa menerima program baru ini.
Listrik model pulsa ini, sebenarnya bisa diatur oleh pelanggan. Mereka juga bisa mengecek sisa saldo yang ada untuk menentukan penggunaan listriknya.
“Loket pembelian token ini belum menjangkau semua daerah, ini juga yang mempengaruhi rendahnya capaian,” tuturnya.
PLN APJ Yogyakarta, juga telah mengumpulkan 8 rayon yang ada untuk lebih memaksimalkan sosialisasi listrik pintar ini. Sebab penggunaan model ini akan mengurangi beban biaya. Dengan cara ini PLN tidak akan membutuhkan petugas pencatat meteran lagi.
(gpr)
Lihat Juga :