Pengusaha: Kementan, di mana sapinya?
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:21 WIB
Pengusaha: Kementan, di mana sapinya?
A
A
A
Sindonews.com - Para pengusaha daging sapi yang tergabung dalam Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) mempertanyakan kebenaran klaim keberhasilan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi daging sapi lokal sehingga kuota impor tidak perlu ditambah.
"Daging sapi lokal tidak terbukti ada. Yang jadi pertanyaan, di mana sapinya?" ucap Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang pada Sindonews di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Menurut Sarman, Kementan terlalu memaksakan program-program swasembada pangannya. Nyatanya, tak satu pun dari program swasembada Kementan yang berhasil.
"Jangan dipaksakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Swasembada beras, kedelai, dan jagung saja tidak ada yang berhasil," ujarnya.
Pria yang juga Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta ini menggarisbawahi, para pengusaha bukan meminta tambahan kuota impor karena tidak mendukung swasembada pangan. Sebaliknya, para pengusaha juga sangat mencita-citakan swasembada pangan. Namun, swasembada itu perlu persiapan matang, tidak bisa dipaksakan seperti saat ini.
"Buat kami swasembada juga harga mati, tapi harus ada persiapan, bertahap. Sekarang ini turunnya (kuota impor) terlalu drastis," tandasnya.
Akibat tindakan gegabah Kementan ini, lanjut dia, harga daging sapi selalu di atas harga normal sepanjang tahun 2012. "Sampai saat ini harga daging sapi masih bercokol di angka Rp90 ribu per Kg. Padahal normalnya Rp65-70 ribu (per Kg), selama tahun 2012 ini tidak pernah dibawah Rp70 ribu (per Kg)," pungkas Sarman.
"Daging sapi lokal tidak terbukti ada. Yang jadi pertanyaan, di mana sapinya?" ucap Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang pada Sindonews di Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Menurut Sarman, Kementan terlalu memaksakan program-program swasembada pangannya. Nyatanya, tak satu pun dari program swasembada Kementan yang berhasil.
"Jangan dipaksakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Swasembada beras, kedelai, dan jagung saja tidak ada yang berhasil," ujarnya.
Pria yang juga Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta ini menggarisbawahi, para pengusaha bukan meminta tambahan kuota impor karena tidak mendukung swasembada pangan. Sebaliknya, para pengusaha juga sangat mencita-citakan swasembada pangan. Namun, swasembada itu perlu persiapan matang, tidak bisa dipaksakan seperti saat ini.
"Buat kami swasembada juga harga mati, tapi harus ada persiapan, bertahap. Sekarang ini turunnya (kuota impor) terlalu drastis," tandasnya.
Akibat tindakan gegabah Kementan ini, lanjut dia, harga daging sapi selalu di atas harga normal sepanjang tahun 2012. "Sampai saat ini harga daging sapi masih bercokol di angka Rp90 ribu per Kg. Padahal normalnya Rp65-70 ribu (per Kg), selama tahun 2012 ini tidak pernah dibawah Rp70 ribu (per Kg)," pungkas Sarman.
(gpr)
Lihat Juga :