Rencana stimulus baru buat Wall Street mendatar
Kamis, 13 Desember 2012 - 09:26 WIB
Rencana stimulus baru buat Wall Street mendatar
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup mendatar dipicu pernyataan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (The FED) Ben Bernanke, yang menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak cukup untuk membatasi kerusakan jurang fiskal (fiscal cliff).
Pernyataannya tersebut menyusul pengumuman The FED mengenai adanya stimulus baru, yang mendorong Indeks S&P 500 menuju level tertinggi. Rencananya, akan ada upaya terbaru negara yang sedang berjuang ini untuk meningkat perekonomiannya, dengan menggantikan program yang lebih sederhana berupa pembeliaan treasury demi meningkatkan neraca keuangannya. Program ini dikenal dengan nama pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE).
Dalam komentaranya pascapengumuman, Bernanke berharap, pasar tidak perlu khawatir untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian jurang fiskal.
"Mulanya, penambahan pelonggaran kuantitatif tentu akan menguntungkan. Saya pikir, meski dalam konferensi pers, apa yang dikeluarkan menunjukkan ada ketidakpastian terkait strategi keluar dan kemajuan kebijakan saat ini," kata Wakil Presiden Senior Wealth Management BB & T di Birmingham, Alabama, Bucky Hellwig seperti dikutip Reuters, Rabu (13/12/2012).
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Dow Jones industrial average (DJI) terkoreksi 2,99 poin atau 0,02 persen menuju level 13.245,45. Indeks Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik tipis 0,64 poin atau 0,04 persen ke level 1.428,48. Kondisi sama dialami Nasdaq Composite Index (IXIC), yang terkoreksi 8,49 poin atau 0,28 persen menjadi 3.013,81.
Pernyataannya tersebut menyusul pengumuman The FED mengenai adanya stimulus baru, yang mendorong Indeks S&P 500 menuju level tertinggi. Rencananya, akan ada upaya terbaru negara yang sedang berjuang ini untuk meningkat perekonomiannya, dengan menggantikan program yang lebih sederhana berupa pembeliaan treasury demi meningkatkan neraca keuangannya. Program ini dikenal dengan nama pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE).
Dalam komentaranya pascapengumuman, Bernanke berharap, pasar tidak perlu khawatir untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian jurang fiskal.
"Mulanya, penambahan pelonggaran kuantitatif tentu akan menguntungkan. Saya pikir, meski dalam konferensi pers, apa yang dikeluarkan menunjukkan ada ketidakpastian terkait strategi keluar dan kemajuan kebijakan saat ini," kata Wakil Presiden Senior Wealth Management BB & T di Birmingham, Alabama, Bucky Hellwig seperti dikutip Reuters, Rabu (13/12/2012).
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Dow Jones industrial average (DJI) terkoreksi 2,99 poin atau 0,02 persen menuju level 13.245,45. Indeks Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik tipis 0,64 poin atau 0,04 persen ke level 1.428,48. Kondisi sama dialami Nasdaq Composite Index (IXIC), yang terkoreksi 8,49 poin atau 0,28 persen menjadi 3.013,81.
(rna)
Lihat Juga :