Saham Wall Street ditutup terkoreksi

Jum'at, 14 Desember 2012 - 09:20 WIB
Saham Wall Street ditutup...
Saham Wall Street ditutup terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup terkoreksi lantaran belum jelasnya penyelesaian mengenai jurang fiskal di negara tersebut.

Negosiasi yang berlarut-larut di Washington menyebabkan kemajuan penyelesaian masalah tersebut berjalan lambat. Dikhawatirkan, jika kesepakatan mengenai jurang fiskal tidak kunjung usai, maka kenaikan pajak dan pemangkasan belanja pengeluaran akan mulai pada tahun depan. Hal ini akan merugikan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Pasar saham mendapat tekanan lantaran komentar negatif dari Ketua DPR dari Partai Republik John Boehner, yang menyatakan Presiden Barack Obama lamban dalam menyelesaiakan jurang fiskal. "Tidak ada keyakinan di sini dan komentar Boehner yang keras itu realistis," kata Jason Weisberg, Managing Director di Seaport Securities Corp, New York seperti dikutip Reuters, Jumat (14/12/2012).

The FED pada Rabu lalu mengumumkan putaran baru stimulus ekonomi didukung saham, komentar Ketua The FED Ben Bernanke bahwa kebijakan moneter tidak akan cukup untuk mengimbangi dampak dari jurang fiskal.

The Dow Jones Industrial Average (DJI) melemah 74,73 poin atau 0,56 persen ke 13.170,72, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) terkoreksi 9,03 poin atau 0,63 persen ke 1.419,45, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) negatif 21,65 poin atau 0,72 persen menjadi 2.992,16.

Sejumlah saham mendorong penurunan indeks tersebut, yakni saham Apple (AAPL.O) yang merupakan saham terbesar di Nasdaq melemah 1,7 persen. Saham International Business Machines (IBM.N) turun 0,5 persen, yang menjadi salah satu saham pendorong penurunan terbesar di Indeks Dow Jones.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
4 menit yang lalu
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
39 menit yang lalu
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
56 menit yang lalu
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
1 jam yang lalu
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
1 jam yang lalu
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved