Muncul bakso oplosan, Kemendag salahkan Kementan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 13:41 WIB
Muncul bakso oplosan, Kemendag salahkan Kementan
A
A
A
Sindonews.com - Lagi-lagi, Kementerian Pertanian (Kementan) membuat susah Kementerian Perdagangan (Kemendag) akibat kurangnya pengawasan Kementan dalam distribusi daging sapi, sehingga muncul bakso oplos yang diisukan tercampur daging babi.
"Pengawasan sebenarnya berada di Kementan, tetapi kami di Kemendag memiliki tugas untuk melaksanakan perlidungan konsumen," terang Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Menurut Bayu, munculnya bakso oplos ini didorong oleh mahalnya daging sapi yang diakibatkan oleh kesalahan kalkulasi kuota impor daging sapi dari Kementan.
"Jadi sebagaimana anda ketahui, harga daging sapi telah meningkat cukup tinggi dan tampaknya hal tersebut mendorong praktek-praktek yang tidak patut dan juga melanggar UU," sambungnya.
Saat ini, disparitas harga antara keduanya amat jauh. "Harga daging sudah menembus Rp90 ribu, sedangkan daging babi masih berkisar Rp30-40 ribu," tambah Wamendag.
Kini, Kemendag tengah melakukan pengujian terhadap sejumlah bakso yang dicurigai mengandung daging babi. "Saat ini masih diuji di Laboraturium IPB dan BPOM. Hasilnya mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita peroleh," pungkas Bayu.
"Pengawasan sebenarnya berada di Kementan, tetapi kami di Kemendag memiliki tugas untuk melaksanakan perlidungan konsumen," terang Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Menurut Bayu, munculnya bakso oplos ini didorong oleh mahalnya daging sapi yang diakibatkan oleh kesalahan kalkulasi kuota impor daging sapi dari Kementan.
"Jadi sebagaimana anda ketahui, harga daging sapi telah meningkat cukup tinggi dan tampaknya hal tersebut mendorong praktek-praktek yang tidak patut dan juga melanggar UU," sambungnya.
Saat ini, disparitas harga antara keduanya amat jauh. "Harga daging sudah menembus Rp90 ribu, sedangkan daging babi masih berkisar Rp30-40 ribu," tambah Wamendag.
Kini, Kemendag tengah melakukan pengujian terhadap sejumlah bakso yang dicurigai mengandung daging babi. "Saat ini masih diuji di Laboraturium IPB dan BPOM. Hasilnya mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita peroleh," pungkas Bayu.
(gpr)
Lihat Juga :