IHSG punya harapan menguat
Senin, 17 Desember 2012 - 08:27 WIB
IHSG punya harapan menguat
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi akan menjauhi area overbought. IHSG akan berada pada support 4.262-4.285 dan resistance 4.317-4.328.
Dengan terjadinya pelemahan di akhir pekan kemarin, dan negatifnya penutupan bursa saham Amerika Serrikat (AS) serta variatifnya bursa saham Eropa, membuat IHSG kekurangan tenaga untuk menggapai peluang kenaikan.
"IHSG pun berpeluang menggenapkan terbentuknya three black crows sebelum kembali rebound. Namun, diharapkan pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam sehingga masih ada peluang reversal," kata dia di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Sementara IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin masih mengalami pelemahan, aksi profit taking masih terus berjalan meski mayoritas bursa saham Asia menghijau setelah merespon positif sentimen dari China.
"Rebound-nya UNVR, serta diikuti dengan kenaikan MYOR yang sebelumnya sempat tertekan belum mampu mengangkat IHSG karena diikuti pelemahan mayoritas saham-saham komoditas, baik pertambangan maupun perkebunan,"ujarnya.
Selain itu mulai kembalinya asing melakukan nett sell membuat lokal turut mengurangi aksi beli dan melakukan aksi jual sehingga memberatkan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.321,37 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.283,24 (level terendahnya) di awal sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.308,86.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunannilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," kata Reza.
Dengan terjadinya pelemahan di akhir pekan kemarin, dan negatifnya penutupan bursa saham Amerika Serrikat (AS) serta variatifnya bursa saham Eropa, membuat IHSG kekurangan tenaga untuk menggapai peluang kenaikan.
"IHSG pun berpeluang menggenapkan terbentuknya three black crows sebelum kembali rebound. Namun, diharapkan pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam sehingga masih ada peluang reversal," kata dia di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Sementara IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin masih mengalami pelemahan, aksi profit taking masih terus berjalan meski mayoritas bursa saham Asia menghijau setelah merespon positif sentimen dari China.
"Rebound-nya UNVR, serta diikuti dengan kenaikan MYOR yang sebelumnya sempat tertekan belum mampu mengangkat IHSG karena diikuti pelemahan mayoritas saham-saham komoditas, baik pertambangan maupun perkebunan,"ujarnya.
Selain itu mulai kembalinya asing melakukan nett sell membuat lokal turut mengurangi aksi beli dan melakukan aksi jual sehingga memberatkan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.321,37 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.283,24 (level terendahnya) di awal sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.308,86.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunannilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," kata Reza.
(gpr)
Lihat Juga :