Ini strategi BI dorong perbankan syariah
Senin, 17 Desember 2012 - 11:10 WIB
Ini strategi BI dorong perbankan syariah
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendukung upaya pengembangan industri perbankan syariah di masa depan, Bank Indonesia (BI) mengaku telah mempersiapkan setidaknya lima langkah strategis.
"Kedepan, perlu ada dorongan untuk meningkatkan dari segi jumlah maupun kualitas karana industri bank sytariah belum bisa bersaing sepenuhnya dengan bank konvensional," terang Deputi Gubernur (BI), Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Untuk itu, lanjut Halim, BI telah menyiapkan setidaknya lima langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan bank syariah di Tanah Air. Pertama, kata Halim, BI akan mengarahkan pembiayaan dari bank syariah kepada sektor ekonomi produktif.
Kedua, pengembangan produk perbankan syariah yang lebih dibutuhkan masyarakat dan sektor produktif. "Misalnya produk yang tidak hanya menekankan pembiyaan tapi juga kepemilikan secara bertahap. Produk yang kami sebutkan tadi hanya bisa dilakukan oleh bank syariah," terang dia.
Ketiga, BI harus sudah mulai melakukan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Ini untuk meningkatkan sinergi dalam melakukan pengawasannya," kata Halim.
Keempat, meningkat sinergi bank syariah dengan bank induk, terutama dalam konteks meningkatkan pelayanan, efisiensi dan kompetisi dengan peningkatan penjualan produk syariah dan nonsyariah.
Kelima lebih fokus dalam melakukan edukasi ke masyarakat mengenai perbankan syariah. "Itu kurang lebih garis besar yang akan dilakukan BI dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah," tutur dia.
"Kedepan, perlu ada dorongan untuk meningkatkan dari segi jumlah maupun kualitas karana industri bank sytariah belum bisa bersaing sepenuhnya dengan bank konvensional," terang Deputi Gubernur (BI), Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Untuk itu, lanjut Halim, BI telah menyiapkan setidaknya lima langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan bank syariah di Tanah Air. Pertama, kata Halim, BI akan mengarahkan pembiayaan dari bank syariah kepada sektor ekonomi produktif.
Kedua, pengembangan produk perbankan syariah yang lebih dibutuhkan masyarakat dan sektor produktif. "Misalnya produk yang tidak hanya menekankan pembiyaan tapi juga kepemilikan secara bertahap. Produk yang kami sebutkan tadi hanya bisa dilakukan oleh bank syariah," terang dia.
Ketiga, BI harus sudah mulai melakukan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Ini untuk meningkatkan sinergi dalam melakukan pengawasannya," kata Halim.
Keempat, meningkat sinergi bank syariah dengan bank induk, terutama dalam konteks meningkatkan pelayanan, efisiensi dan kompetisi dengan peningkatan penjualan produk syariah dan nonsyariah.
Kelima lebih fokus dalam melakukan edukasi ke masyarakat mengenai perbankan syariah. "Itu kurang lebih garis besar yang akan dilakukan BI dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :