BI: Bank syariah perlu sinergi bank induk
Senin, 17 Desember 2012 - 11:35 WIB
BI: Bank syariah perlu sinergi bank induk
A
A
A
Sindonews.com - Terkait lima strategi pengembangan industri perbankan syariah, salah satu yang menjadi sorotan utama Bank Sentral adalah mengenai penguatan sinergi bank syariah dengan bank induk.
"Selama ini kita melihat biaya dana untuk mendirikan perbankan syariah lebih besar dibanding biaya untuk industri perbankan konvensional," terang Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Akibatnya, kata dia, Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO) perbankan syariah menjadi cenderung lebih tinggi dan return on asset (ROA) bank syariah cenderung lebih rendah, begitu juga dengan return on equity (ROE) juga lebih rendah.
Sejumlah faktor yang menyebabkan hal itu, selain biaya dananya lebih tinggi, skala usaha yang lebih kecil mengakibatkan biaya per unitnya menjadi lebih mahal. Karena itu, BI melihat perlu adanya perubahan strategi dalam mengembangkan industri perbankan syariah kedepan.
"Itupun juga harus didukung struktur biaya yang kompetitif," sambung Halim. Terkait struktur biaya itu sendiri, dia menjelaskan, perlu diperhatikan model usaha, yang nantinya akan dikembangkan oleh industri perbankan syariah di dalam negeri.
"Itu sebabnya, strategi yang lebih baik antara bank induk dan bank-anak (bank syariah). Itu mungkin nanti akan menjadi sesuatu strategi yang perlu kita tempuh," imbuh Halim.
"Selama ini kita melihat biaya dana untuk mendirikan perbankan syariah lebih besar dibanding biaya untuk industri perbankan konvensional," terang Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Akibatnya, kata dia, Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO) perbankan syariah menjadi cenderung lebih tinggi dan return on asset (ROA) bank syariah cenderung lebih rendah, begitu juga dengan return on equity (ROE) juga lebih rendah.
Sejumlah faktor yang menyebabkan hal itu, selain biaya dananya lebih tinggi, skala usaha yang lebih kecil mengakibatkan biaya per unitnya menjadi lebih mahal. Karena itu, BI melihat perlu adanya perubahan strategi dalam mengembangkan industri perbankan syariah kedepan.
"Itupun juga harus didukung struktur biaya yang kompetitif," sambung Halim. Terkait struktur biaya itu sendiri, dia menjelaskan, perlu diperhatikan model usaha, yang nantinya akan dikembangkan oleh industri perbankan syariah di dalam negeri.
"Itu sebabnya, strategi yang lebih baik antara bank induk dan bank-anak (bank syariah). Itu mungkin nanti akan menjadi sesuatu strategi yang perlu kita tempuh," imbuh Halim.
(rna)
Lihat Juga :