2012, pertumbuhan aset bank syariah turun

Senin, 17 Desember 2012 - 13:42 WIB
2012, pertumbuhan aset...
2012, pertumbuhan aset bank syariah turun
A A A
Sindonews.com - Sepanjang tahun 2012, Bank Indonesia (BI) mencatat telah terjadi penurunan pertumbuhan aset pada sektor industri perbankan syariah di Tanah Air.

"Penurunan ini dimulai sejak Maret hingga bulan September akibat adanya penurunan dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tajam," ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah di Gedung BI Jakarta, Senin (17/12/2012).

Perlambatan pertumbuhan DPK tersebut, kata Halim, banyak disebabkan oleh dampak krisis ekonomi keuangan global yang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Sehingga, perbankan syariah perlu mengembangkan kebijakan, seperti memfokuskan pembiayaan perbankan syariah yang lebih luas dan mengarah pada sektor produktif.

Sementara, Halim menambahkan, yang tak kalah penting adalah memberikan edukasi sumber daya manusia (SDM) dan komunikasi, sekaligus terus mendorong kapasitas industri perbankan syariah itu sendiri. "Kami berharap pada tahun 2013, pertumbuhan aset perbankan akan tumbuh dikisaran 36 hingga 58 persen," sambung dia.

Dengan demikian, diharapkan industri perbankan syariah dalam negeri mampu memberikan daya tarik tersendiri dan mampu bersaing dengan bank-bank konvensional. "Masyarakat itu kan juga realistis. Jadi, tidak bisa hanya mengandalkan syariahnya saja, tapi juga kinerjanya harus mempu bersaing dengan bank konvensional, sehingga lebih menarik," ujar dia.

Perlu diketahui, hingga Oktober 2012, jumlah aset syariah mencapai Rp179 triliun. " Pertumbuhan aset ini masih berada di koridor proyeksi pertumbuhan tahun sebelumnya, yaitu di diperkirakan pada akhir tahun 2012 mencapai kisaran Rp177,8 hingga 205,8 triliun," tutur Halim.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
22 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved