Tarif 20% tetap, pengurangan komoditas mungkin

Senin, 17 Desember 2012 - 15:53 WIB
Tarif 20% tetap, pengurangan...
Tarif 20% tetap, pengurangan komoditas mungkin
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan tidak akan mengurangi tarif Bea Keluar (BK) Mineral yang sudah ditetapkan sebesar 20 persen. Akan tetapi, jika ada review terkait aturan ini, kemungkinan hanya bisa mengurangi daftar komoditas.

"Kalau daftarnya mungkin, tapi kalau tarifnya enggak mungkin. Tarif sama semua 20 persen," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/12/2012).

Bambang mengaku belum menerima surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait usulan pengakjian ulang tarif BK Mineral.

"Belum ada, mereka harus mengajukan surat ke kita kalau mau direview. Silakan mereka mengajukan, lalu kita rapat di tim tarif lalu kita putuskan," jelasnya.

Sebelumnya, Kementeri Perdagangan memastikan pengenaan Bea Keluar (BK) untuk bahan mentah mineral sebesar 20 persen tidak akan dicabut. Hal ini dinilai akan terus konsisten hingga benar ada pengolahan yang signifikan menghasilkan nilai tambah.

"Bea keluar kita akan konsisten. Kita tidak akan cabut, selama kita tidak melihat secara signifikan pengolahannya," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beberapa waktu lalu..

Sejauh ini, dirinya mengakui pelemahan ekspor mineral yang terjadi sejak Mei lalu. Sepertinya misalnya nikel. Hal itu menurutnya terjadi karena permintaan yang berkurang.

"Betul (melemah), tapi yang menyatakan izin kan sudah lebih banyak itu membantu lah, tapi tergantung ada yang mau membeli enggak. Kalau ekonomi dunia berlanjut seperti ini terus ya, yang beli enggak akan lebih banyak," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
Fuad Bawazier Sebut...
Fuad Bawazier Sebut Pembiayaan Lewat SBN Berisiko Perbesar Beban Fiskal
7 menit yang lalu
Kondisi Jalur Distribusi...
Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
1 jam yang lalu
DJP Bidik Wajib Pajak...
DJP Bidik Wajib Pajak Baru, Sasar Data Rekening hingga Pelat Nomor Kendaraan
1 jam yang lalu
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
3 jam yang lalu
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
3 jam yang lalu
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
3 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved