Masalah industri pasar modal RI minta dituntaskan

Senin, 17 Desember 2012 - 18:55 WIB
Masalah industri pasar...
Masalah industri pasar modal RI minta dituntaskan
A A A
Sindonews.com - Tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) merupakan suatu proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan akuntabilitas perusahaan dengan meningkatkan nilai dan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang dan tetap memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham perusahaan.

Namun, salah satu indikator yang masih kurang mengenai standar GCG, yakni banyaknya kasus dan konflik yang bermunculan diantara para pemegang saham dan kasus pelanggaran hukum yang menimpa emiten dan perusahaan-perusahaan publik.

Kasus yang terjadi di pasar modal, seperti Grup Bakrie (Bakrie, Samin Tan dan Rothschild) dan sengketa berkepanjangan di PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk pada pemegang saham mayoritas(Putra Sampurna dan Hasan Sunarko) dan pemegang saham minoritas (Dedy Hartawan Jamin).

President Director Center for Banking Crisis, Achmad Deni Daruri mengatakan, contoh konflik tersebut tentu saja menjadi kekhawatiran besar terhadap kepercayaan masyarakat secara luas kepada emiten dan perusahaan publik.

"Jelas sekali bahwa pengawas pasar modal di Indonesia belum menjalankan fungsinya sebagai pengawas pasar modal yang baik. Kedua kasus tersebut memperlihatkan bahwa pasar modal hanya merupakan ajang pemburuan rente dimana adanya kekuatan politik," ujarnya dalam Diskusi Publik Akhir Tahun "Menyoal Transparansi dan Akuntabilitas" di Hotel Ambara, Jakarta, Senin (17/12/2012).

Ia menambahkan, jika pengawas pasar modal di Indonesia tidak dapat menyelesaikan kasus ini secara tuntas, maka akan kalah dibanding pasar modal negara lainnya. Apalagi perdagangan bebas ASEAN akan dimulai, dimana di beberapa negara, seperti Malayasia bisa mencapai level IPO terbesar kedua dunia.

Dengan demikian, jika persoalan di pasar modal dalam negeri belum dapat diselesaikan, maka dipastikan pasar modal Indonesia tidak akan mampu berbuat banyak sebagai sumber pendanaan pembangunan di Indonesia.

"Harapannya pemerintah tidak terpaku pada peningkatan utang luar negeri, tapi juga fokus pada persoalan yang terjadi pada pasar modal Indonesia untuk meningkatkan penanaman modal di dalam negeri," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
AEI Rayakan HUT ke-37,...
AEI Rayakan HUT ke-37, Pasar Modal Indonesia Terus Tunjukan Penguatan
Alhamdulillah, Belajar...
Alhamdulillah, Belajar Analisis Fundamental Syariah GRATIS di Webinar MNC Sekuritas!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
31 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved