IHSG berharap pada emiten baru
Rabu, 19 Desember 2012 - 09:34 WIB
IHSG berharap pada emiten baru
A
A
A
Sindonews.com - Rencana listingnya emiten baru yakni PT Waskita Karya Tbk, diharapkan mampu memberi angin segar sehingga mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang lebih positif pada perdagangan hari ini.
"Pada perdagangan Rabu (19/12/2012) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.265-4.285 dan resistance 4.321-4.344," terang kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (19/12/2012).
IHSG, tampak berpola hammer dan masih berada di middle bollinger bands. MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melemah meski masih terbatas menuju area oversold.
Dengan terbentuknya hammer tersebut seharusnya dapat menjadi peluang untuk upreversal namun, itupun dengan asumsi terjaganya sentimen yang ada. "Kembali hadirnya emiten baru, Waskita Karya, diharapkan dapat menahan pelemahan yang ada," harap Reza.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tampak tak kuasa melanjutkan penguatannya setelah didera aksi profit tacking oleh para pelaku pasar.
Harapan akan terbentuknya pola mix-tend-to-limited high memang belum terjadi karena posisi IHSG yang labil dan melemah karena tidak didukung oleh sentimen yang ada.
Harapan dengan hadirnya emiten baru Wismilak (WIIM) untuk membuat laju IHSG bisa bertahan di zona positif pun juga tidak terealisasi.
Justru hingga kini, IHSG malah memperlihatkan kecenderungan sideways setelah gap di level 4.323-4.333 tertutup dan terlihat kurang bersemangat untuk menciptakan window dressing.
"Masih adanya aksi profit taking karena kekhawatiran tidak adanya window dressing, membuat IHSG tertahan peluang kenaikannya," tegas Reza.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.329,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.273,85 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.301,44.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Sampai dengan ulasan ini dibuat bursa saham Eropa berbalik positif seiring harapan akan adanya titik temu penyelesaian masalah fiscal cliff AS.
"Diharapkan bursa saham AS bisa positif sehingga memberikan angin positif juga buat bursa saham Asia hari ini termasuk IHSG," tutupnya.
"Pada perdagangan Rabu (19/12/2012) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.265-4.285 dan resistance 4.321-4.344," terang kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (19/12/2012).
IHSG, tampak berpola hammer dan masih berada di middle bollinger bands. MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melemah meski masih terbatas menuju area oversold.
Dengan terbentuknya hammer tersebut seharusnya dapat menjadi peluang untuk upreversal namun, itupun dengan asumsi terjaganya sentimen yang ada. "Kembali hadirnya emiten baru, Waskita Karya, diharapkan dapat menahan pelemahan yang ada," harap Reza.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tampak tak kuasa melanjutkan penguatannya setelah didera aksi profit tacking oleh para pelaku pasar.
Harapan akan terbentuknya pola mix-tend-to-limited high memang belum terjadi karena posisi IHSG yang labil dan melemah karena tidak didukung oleh sentimen yang ada.
Harapan dengan hadirnya emiten baru Wismilak (WIIM) untuk membuat laju IHSG bisa bertahan di zona positif pun juga tidak terealisasi.
Justru hingga kini, IHSG malah memperlihatkan kecenderungan sideways setelah gap di level 4.323-4.333 tertutup dan terlihat kurang bersemangat untuk menciptakan window dressing.
"Masih adanya aksi profit taking karena kekhawatiran tidak adanya window dressing, membuat IHSG tertahan peluang kenaikannya," tegas Reza.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.329,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.273,85 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.301,44.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Sampai dengan ulasan ini dibuat bursa saham Eropa berbalik positif seiring harapan akan adanya titik temu penyelesaian masalah fiscal cliff AS.
"Diharapkan bursa saham AS bisa positif sehingga memberikan angin positif juga buat bursa saham Asia hari ini termasuk IHSG," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :