Semen Gresik resmi akuisisi Thang Long Cement Vietnam
Rabu, 19 Desember 2012 - 11:56 WIB
Semen Gresik resmi akuisisi Thang Long Cement Vietnam
A
A
A
Sindonews.com - Menindaklanjuti penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) tanggal 14 November 2012 di Jakarta, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengumumkan bahwa Ha Noi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco) dan SMGR telah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat, dan telah berhasil mencapai kesepakatan pengambilalihan (akuisisi) Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC).
Nilai transaksi berkisar USD157 juta untuk akuisisi 70 persen saham TLCC dari Geleximco. Setelah akuisisi ini, TLCC menjadi anak perusahaan SMGR dan laporan keuangan akan dikonsolidasikan ke SMGR. Dalam beberapa minggu ke depan, SMGR akan menempatkan wakil-wakilnya, yang akan mengisi posisi board of management dan direktur di TLCC.
TLCC adalah salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton semen per tahun berlokasi di Provinsi Quang Ninh dengan pabrik penggilingan yang terletak di pinggiran kota Ho Chi Minh dan memiliki cadangan deposit batu kapur sekitar 76 juta ton.
Dekatnya jarak antara pabrik semen TLCC di Quang Ninh dengan pelabuhan laut Cai-Lan dan pabrik penggilingan ke jalur transportasi sungai Delta Mekong, serta jalan raya antardaerah dan pelabuhan internasional menjadikan sistem distribusi akan efektif dan
efisien.
Selain itu, TLCC memiliki potensi untuk mengembangkan dua pabrik semen baru di provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc, dengan didukung deposit batu kapur lebih dari 200 juta ton. Hal tersebut akan membuka peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat di Vietnam serta memiliki kesempatan untuk memenuhi kekurangan pasokan di pasar Indonesia.
Pengambilalihan TLCC merupakan tonggak sejarah strategis yang sangat penting dalam mewujudkan visi SMGR untuk menjadi produsen semen terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Hal ini juga akan meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam.
"Ada banyak hal yang harus dilakukan, tapi manajemen optimis bahwa pengambilalihan ini bisa mempercepat pertumbuhan bisnis SMGR untuk lebih kompetitif yang pada akhirnya memberikan value yang lebih besar bagi pemegang saham untuk jangka panjang," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Adapun, JP Morgan (SEA) Ltd bertindak sebagai penasihat keuangan untuk SMGR dan An Binh Fund Manajement Company (ABF) sebagai penasihat keuangan untuk Geleximco. Melli Darsa & Co dan YKVN bertindak sebagai penasehat hukum untuk SMGR dan Vision & Associates sebagai penasihat hukum bagi Geleximco.
Nilai transaksi berkisar USD157 juta untuk akuisisi 70 persen saham TLCC dari Geleximco. Setelah akuisisi ini, TLCC menjadi anak perusahaan SMGR dan laporan keuangan akan dikonsolidasikan ke SMGR. Dalam beberapa minggu ke depan, SMGR akan menempatkan wakil-wakilnya, yang akan mengisi posisi board of management dan direktur di TLCC.
TLCC adalah salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton semen per tahun berlokasi di Provinsi Quang Ninh dengan pabrik penggilingan yang terletak di pinggiran kota Ho Chi Minh dan memiliki cadangan deposit batu kapur sekitar 76 juta ton.
Dekatnya jarak antara pabrik semen TLCC di Quang Ninh dengan pelabuhan laut Cai-Lan dan pabrik penggilingan ke jalur transportasi sungai Delta Mekong, serta jalan raya antardaerah dan pelabuhan internasional menjadikan sistem distribusi akan efektif dan
efisien.
Selain itu, TLCC memiliki potensi untuk mengembangkan dua pabrik semen baru di provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc, dengan didukung deposit batu kapur lebih dari 200 juta ton. Hal tersebut akan membuka peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat di Vietnam serta memiliki kesempatan untuk memenuhi kekurangan pasokan di pasar Indonesia.
Pengambilalihan TLCC merupakan tonggak sejarah strategis yang sangat penting dalam mewujudkan visi SMGR untuk menjadi produsen semen terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Hal ini juga akan meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam.
"Ada banyak hal yang harus dilakukan, tapi manajemen optimis bahwa pengambilalihan ini bisa mempercepat pertumbuhan bisnis SMGR untuk lebih kompetitif yang pada akhirnya memberikan value yang lebih besar bagi pemegang saham untuk jangka panjang," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Adapun, JP Morgan (SEA) Ltd bertindak sebagai penasihat keuangan untuk SMGR dan An Binh Fund Manajement Company (ABF) sebagai penasihat keuangan untuk Geleximco. Melli Darsa & Co dan YKVN bertindak sebagai penasehat hukum untuk SMGR dan Vision & Associates sebagai penasihat hukum bagi Geleximco.
(rna)
Lihat Juga :