Askrindo catat penjaminan Rp14,5 T
Rabu, 19 Desember 2012 - 14:17 WIB
Askrindo catat penjaminan Rp14,5 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat volume penjaminan pembiayaan Askrindo mencapai Rp14,5 triliun, yang didominasi oleh pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR).
"Dari total penjaminan tersebut, porsi penjaminan KUR masih mendominasi hingga Rp13 triliun. Sisanya nonKUR, seperti UMKM (usaha mikro, kecil dan menangah) dengan plafon sebesar Rp1,5 triliun," ujar Direktur Askrindo, Didiet S Pamungkas dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Rabu, (19/12/2012).
Komposisi penjaminan tersebut, terang Didiet, masih didominasi oleh KUR karena tahun ini pemerintah menargetkan realisasi KUR cukup tinggi hingga mencapai Rp30 triliun. Dominasi pembiyaan KUR tercatat mencapai Rp13 triliun dan nonKUR hingga Rp1,5 triliun.
"Untuk tahun 2013, kami optimis penjaminan pembiayaan KUR masih akan terus tumbuh dan perseroan menargetkan bisa membukukan total volume penjaminan hingga Rp20 triliun," tambah dia.
Jumlah tersebut, kata dia, selain didukung penjaminan KUR, nantinya lanjut Didiet juga akan ditopang oleh KPR. Penjaminan KPR diperkirakan akan tumbuh seiring tingginya permintaan akan hunian tempat tinggal dan investasi.
"Tahun depan penjaminan pembiayaan KPR bisa berkontribusi hingga 10 persen terhadap total portofolio penjaminan. Namun posisi KUR masih akan tetap diatas hingga 50 persen," tandasnya.
"Dari total penjaminan tersebut, porsi penjaminan KUR masih mendominasi hingga Rp13 triliun. Sisanya nonKUR, seperti UMKM (usaha mikro, kecil dan menangah) dengan plafon sebesar Rp1,5 triliun," ujar Direktur Askrindo, Didiet S Pamungkas dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Rabu, (19/12/2012).
Komposisi penjaminan tersebut, terang Didiet, masih didominasi oleh KUR karena tahun ini pemerintah menargetkan realisasi KUR cukup tinggi hingga mencapai Rp30 triliun. Dominasi pembiyaan KUR tercatat mencapai Rp13 triliun dan nonKUR hingga Rp1,5 triliun.
"Untuk tahun 2013, kami optimis penjaminan pembiayaan KUR masih akan terus tumbuh dan perseroan menargetkan bisa membukukan total volume penjaminan hingga Rp20 triliun," tambah dia.
Jumlah tersebut, kata dia, selain didukung penjaminan KUR, nantinya lanjut Didiet juga akan ditopang oleh KPR. Penjaminan KPR diperkirakan akan tumbuh seiring tingginya permintaan akan hunian tempat tinggal dan investasi.
"Tahun depan penjaminan pembiayaan KPR bisa berkontribusi hingga 10 persen terhadap total portofolio penjaminan. Namun posisi KUR masih akan tetap diatas hingga 50 persen," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :