DPR akan buru Dahlan setelah reses
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:33 WIB
DPR akan buru Dahlan setelah reses
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berjanji akan terus mengejar Dahlan Iskan terkait inefisiensi PLN sebesar Rp37 triliun di masa kepemimpinan pria yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
Setelah berakhirnya masa reses pada 6 Januari 2013, DPR akan menjadwalkan pemanggilan Dahlan lagi. "Kita reses sampai tanggal 6 Januari, jadi mungkin 7 Januari kita akan rapat internal, salah satunya kita akan tetap mempermasalahkan inefisiensi PLN," tegas Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani usai Sarasehan Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) di Menteng, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Menurut Dewi, masalah ini amat penting untuk diusut tuntas agar ke depan PLN maupun perusahaan berplat merah lainnya tidak sembarangan menghabiskan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat.
"Ini harus bisa menjadi shock therapy tidak hanya untuk PLN tapi juga BUMN yang lain bahwa bekerja lebih efisien itu suatu keharusan, diamanatkan oleh UU bahwa tidak bisa BUMN itu bekerja mengabaikan kepentingan masyarakat," tutupnya.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan kembali menghindar dari panggilan Komisi VII DPR pada 3 Desember 2012 lalu. Ia hanya datang ke Gedung DPR untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkannya. Kali tersebut, Dahlan berkilah dirinya dipanggil rapat terbatas ke Istana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya dipanggil rapat terbatas oleh pak presiden," ujar Dahlan.
Setelah berakhirnya masa reses pada 6 Januari 2013, DPR akan menjadwalkan pemanggilan Dahlan lagi. "Kita reses sampai tanggal 6 Januari, jadi mungkin 7 Januari kita akan rapat internal, salah satunya kita akan tetap mempermasalahkan inefisiensi PLN," tegas Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani usai Sarasehan Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) di Menteng, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Menurut Dewi, masalah ini amat penting untuk diusut tuntas agar ke depan PLN maupun perusahaan berplat merah lainnya tidak sembarangan menghabiskan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat.
"Ini harus bisa menjadi shock therapy tidak hanya untuk PLN tapi juga BUMN yang lain bahwa bekerja lebih efisien itu suatu keharusan, diamanatkan oleh UU bahwa tidak bisa BUMN itu bekerja mengabaikan kepentingan masyarakat," tutupnya.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan kembali menghindar dari panggilan Komisi VII DPR pada 3 Desember 2012 lalu. Ia hanya datang ke Gedung DPR untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkannya. Kali tersebut, Dahlan berkilah dirinya dipanggil rapat terbatas ke Istana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya dipanggil rapat terbatas oleh pak presiden," ujar Dahlan.
(gpr)
Lihat Juga :