2013, Ultrajaya proyeksi penjualan tumbuh 20%

Kamis, 20 Desember 2012 - 11:04 WIB
2013, Ultrajaya proyeksi...
2013, Ultrajaya proyeksi penjualan tumbuh 20%
A A A
Sindonews.com - Emiten produsen susu olahan, PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ) pada tahun depan memproyeksikan bisa membukukan penjualan bersih mencapai Rp3,24 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 20 persen dibanding estimasi penjualan bersih akhir tahun ini.

Berdasarkan bahan paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/12/2012) dipaparkan bahwa perseroan pada akhir tahun ini memprediksi bisa membukukan penjualan bersih senilai Rp2,7 triliun. Adapun estimasi laba usaha hingga penghujung tahun 2012 sebesar Rp363,3 miliar, dengan laba bersih Rp194,7 miliar.

Sementara pada akhir kuartal III/2012, penjualan bersih perseroan tercatat senilai Rp2,06 triliun, naik 36,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,51 triliun. Sedangkan laba bersih naik 61,97 persen menjadi Rp174,4 miliar dari kuartal III/2011 senilai Rp107,69 miliar.

Untuk tahun depan, perseroan memproyeksikan laba usaha tumbuh 23,7 persen dibanding proyeksi akhir tahun ini menjadi Rp449,4 miliar. Sedangkan laba bersih diproyeksi tumbuh 34,1 persen menjadi Rp262,1 miliar.

Untuk mencapai target tahun depan, akan ditopang dari konsumsi susu di Indonesia yang diproyeksi akan meningkat. Ini didukung volume konsumsi susu Indonesia yang saat ini baru 12 liter (lt) per kapita per tahun.

Selain itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar mencapai lebih dari 230 juta orang dengan laju pertambahan penduduk sebesar 1-2 persen per tahun dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan produk minuman sehat akan mendorong pencapaian tersebut. Sementara meningkatnya daya beli masyarakat juga akan mendorong capaian penjualan perseroan pada 2013.

Dari internal perusahaan, Ultrajaya akan memperkuat posisinya melalui kegiatan iklan dan promosi, membuka peluang pasar baru dengan memperkenalkan produk baru, melaksanakan strategi pemasaran yang lebih agresif dan meningkatkan efisiensi produksi maupun kualitas produk. Selain itu juga ditopang jaringan distribusi yang luas serta ketersedian bahan baku dan kontinyuitas pasokan ke pasar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Praktik Tata...
Perkuat Praktik Tata Kelola, Pertamina Bergabung Menjadi Supporting Company EITI
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
4 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
5 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
5 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved