Rosan hengkang dari Bumi Plc, ini komentar pengamat

Kamis, 20 Desember 2012 - 11:14 WIB
Rosan hengkang dari...
Rosan hengkang dari Bumi Plc, ini komentar pengamat
A A A
Sindonews.com - Kalangan investor agaknya masih bertanya-tanya dengan dampak yang ditimbulkan atas keputusan United Kingdom Take Over Panel (TOP) yang menetapkan Rosan P. Roeslani dengan Grup Recapital-nya sebagai concerted party dengan Grup Bakrie dan Borneo.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menjelaskan, pada kondisi tersebut yang perlu dipahami bersama adalah adanya perbedaan mekanisme kepemilikan yang berbeda antara yang berlaku di Indonesia dengan yang berlaku di Inggris.

"Itu Bumi Plc kan secara administratif berkedudukan di sana (Inggris). Tentunya kita pakai hukum di sana," terang Reza saat dihubungi Sindonews, Kamis (20/12/2012).

Perbedaan yang dimaksud, kata Reza, terletak pada ketetapan yang berlaku di Inggris, dimana, voting rights (hak suara di rapat umum pemegang saham) dan kepemilikan saham itu beda.

Misalnya, lanjut dia, Bakrie dan Borneo yang meski porsi sahamnya 47,6 persen tapi voting rights-nya maksimal hanya 30 persen karena mereka dianggap conerted party (pihak-pihak yang dianggap satu-kesatuan secara voting rights)

Dengan demikian, bila Rosan P. Roeslani dengan Grup Recapital-nya dianggap sebagai concerted party, berarti hak suara Rosan dalam rapat umum pemegang saham di BUMI Plc tidak dihitung.

Sebagai akibat dari keputusan itu sendiri, maka usaha Grup Bakrie untuk melakukan tukar guling saham Bumi Plc dengan saham PT Bumi Resouce Tbk (BUMI) akan semakin sulit.

Pasalnya, pihak Recapital yang sedianya bisa menjadi penentu atas hasil keputusan diterima atau tidaknya proposal Grup Bakrie tersebut dalam RUPS Bumi Plc, kandas dengan ditetapkannya Rosan sebagai concerted party.

"Kalau secara hukum sana ada perbedaan voting hak kepemilikan, maka jelas Pak Rosan gak masuk. Yang mereka lihat, kepemilikan Bumi Plc itu kan secara entitas hukum bukan individual," tegas Reza.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Usaha PIEP Rampungkan...
Anak Usaha PIEP Rampungkan Akuisisi Wentworth Resources PLC di Tanzania
ISTN Gelar Workshop...
ISTN Gelar Workshop Praktik Langsung Wiring dan Pemrograman PLC untuk Profesional
Laba UNVR Melonjak 245%,...
Laba UNVR Melonjak 245%, Unilever PLC Optimistis Bisnis di Indonesia Pulih
Jalan Kaki Angkat Bola...
Jalan Kaki Angkat Bola Dunia, Aksi Hari Bumi di Palembang Gaungkan Krisis Lingkungan
Berapa Umur Bumi?
Berapa Umur Bumi?
Apa Dampak Melambatnya...
Apa Dampak Melambatnya Rotasi Bumi bagi Manusia?
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
27 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
2 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
3 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
3 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved