Bank diminta lebih aktif salurkan KPR FLPP
Kamis, 20 Desember 2012 - 16:24 WIB
Bank diminta lebih aktif salurkan KPR FLPP
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) meminta bank-bank pelaksana pembiayaan rumah untuk lebih aktif dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya, jumlah realisasi KPR FLPP pada tahun 2012 baru mencapai 62.055 unit rumah dari rencana target 133.000 unit.
"Kami harap ke depan bank pelaksana bisa lebih aktif menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat luas," ujar Deputi Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo pada Diskusi Panel Dukungan Dana Jangka Panjang dalam Membiayai KPR FLPP di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Sri Hartoyo menjelaskan, pada tahun 2012 Kemenpera bekerja sama dengan 21 bank pelaksana KPR FLPP, terdiri dari enam bank nasional dan 15 bank pembangunan daerah untuk penyaluran dana KPR FLPP. Namun demikian, pada prakteknya di lapangan penyaluran dananya masih didominasi oleh BTN, baik konvensional maupun syariah.
Berdasarkan data Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kemenpera, imbuhnya, total realisasi KPR FLPP per tanggal 17 Desember 2012 mencapai 62.055 unit. Jumlah tersebut diharapkan bisa ditingkatkan menjadi sekitar 65 ribu-70 ribu unit rumah hingga akhir 2012.
“Kinerja penyaluran KPR FLPP per 17 Desember 2012 mencapai 62.055 unit rumah dengan nilai FLPP Rp2,45 triliun. BTN Konvensional menyalurkan KPR FLPP untuk 57.885 unit senilai Rp2,29 triliun. BTN Syariah menyalurkan KPR FLPP 2.746 unit rumah senilai Rp107 miliar. Sedangkan bank pelaksana lainnya hanya sekitar 100 hingga 600 unit,” terangnya.
Lebih lanjut, Sri Hartoyo menyatakan, Kemenpera tetap optimistis penyaluran KPR FLPP pada tahun 2013 akan lebih baik lagi. Dana sisa anggaran untuk pelaksanaan KPR FLPP tahun 2012 yang mencapai angka Rp4,633 triliun nantinya akan digabungkan dengan DIPA 2013 Rp2,709 triliun.
“Kami telah menyiapkan dana untuk KPR FLPP 2013 sekitar Rp7,342 triliun. Kami berharap kerja sama pihak pengembang untuk menyediakan pasokan rumah dan bank pelaksana akan meningkatkan penyaluran KPR FLPP di Indonesia,” harapnya.
"Kami harap ke depan bank pelaksana bisa lebih aktif menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat luas," ujar Deputi Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo pada Diskusi Panel Dukungan Dana Jangka Panjang dalam Membiayai KPR FLPP di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Sri Hartoyo menjelaskan, pada tahun 2012 Kemenpera bekerja sama dengan 21 bank pelaksana KPR FLPP, terdiri dari enam bank nasional dan 15 bank pembangunan daerah untuk penyaluran dana KPR FLPP. Namun demikian, pada prakteknya di lapangan penyaluran dananya masih didominasi oleh BTN, baik konvensional maupun syariah.
Berdasarkan data Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kemenpera, imbuhnya, total realisasi KPR FLPP per tanggal 17 Desember 2012 mencapai 62.055 unit. Jumlah tersebut diharapkan bisa ditingkatkan menjadi sekitar 65 ribu-70 ribu unit rumah hingga akhir 2012.
“Kinerja penyaluran KPR FLPP per 17 Desember 2012 mencapai 62.055 unit rumah dengan nilai FLPP Rp2,45 triliun. BTN Konvensional menyalurkan KPR FLPP untuk 57.885 unit senilai Rp2,29 triliun. BTN Syariah menyalurkan KPR FLPP 2.746 unit rumah senilai Rp107 miliar. Sedangkan bank pelaksana lainnya hanya sekitar 100 hingga 600 unit,” terangnya.
Lebih lanjut, Sri Hartoyo menyatakan, Kemenpera tetap optimistis penyaluran KPR FLPP pada tahun 2013 akan lebih baik lagi. Dana sisa anggaran untuk pelaksanaan KPR FLPP tahun 2012 yang mencapai angka Rp4,633 triliun nantinya akan digabungkan dengan DIPA 2013 Rp2,709 triliun.
“Kami telah menyiapkan dana untuk KPR FLPP 2013 sekitar Rp7,342 triliun. Kami berharap kerja sama pihak pengembang untuk menyediakan pasokan rumah dan bank pelaksana akan meningkatkan penyaluran KPR FLPP di Indonesia,” harapnya.
(rna)
Lihat Juga :