SMGR targetkan jadi perusahaan semen terbesar di Asean
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:37 WIB
SMGR targetkan jadi perusahaan semen terbesar di Asean
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyatakan penggabungan Semen Indonesia dengan PT Semen Baturaja dimaksudkan untuk menigkatkan nilai tambah perusahaan. Ini dilakukan untuk mempercepat menjadi perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara.
Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto mengatakan, perseroan berminat untuk mengakuisisi PT Semen Baturaja guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. "Yang jelas kami berminat (akuisisi Semen Baturaja). Sasarannya menjadi yang terbesar di Asean," kata dia di Hotel Crown, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Lebih lanjut Dwi menjelaskan, dengan kapasitas yang dimiliki perseroan saat ini ditambah dengan akuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC) baru-baru ini, menyebabkan kapasitas perseroan makin bertambah.
"Ditambah Thang long, secara kapasitas kita sudah besar. Secara performa sudah bagus, sudah masuk ke kapasitas 28 juta ton," imbuh dia.
Selain kapasitas produksi bertambah, menurut dia, juga berkorelasi positif terhadap kinerja. Karena itu, jika rencana ini disetujui pemegang saham, maka akan meningkatkan kapasitas dan kinerja, namun hal itu tidak menjadi ukuran utama bagi perusahaan. Terpenting harus membangun perusahaan holding semen yang paling efisien dan kompetitif serta memberikan manfaat yang baik kepada pemegang saham.
"Dampak dari shareholder value, disamping laba menjadi dividen, sejauh langkah pengembangan tidak menyangkut dengan rights issue atau menambah jumlah saham dan proyeknya feasible (layak), tentu bisa dilakukan analisa," tutur dia.
Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto mengatakan, perseroan berminat untuk mengakuisisi PT Semen Baturaja guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. "Yang jelas kami berminat (akuisisi Semen Baturaja). Sasarannya menjadi yang terbesar di Asean," kata dia di Hotel Crown, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Lebih lanjut Dwi menjelaskan, dengan kapasitas yang dimiliki perseroan saat ini ditambah dengan akuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC) baru-baru ini, menyebabkan kapasitas perseroan makin bertambah.
"Ditambah Thang long, secara kapasitas kita sudah besar. Secara performa sudah bagus, sudah masuk ke kapasitas 28 juta ton," imbuh dia.
Selain kapasitas produksi bertambah, menurut dia, juga berkorelasi positif terhadap kinerja. Karena itu, jika rencana ini disetujui pemegang saham, maka akan meningkatkan kapasitas dan kinerja, namun hal itu tidak menjadi ukuran utama bagi perusahaan. Terpenting harus membangun perusahaan holding semen yang paling efisien dan kompetitif serta memberikan manfaat yang baik kepada pemegang saham.
"Dampak dari shareholder value, disamping laba menjadi dividen, sejauh langkah pengembangan tidak menyangkut dengan rights issue atau menambah jumlah saham dan proyeknya feasible (layak), tentu bisa dilakukan analisa," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :