Jelang libur panjang, IHSG bisa tertekan
Jum'at, 21 Desember 2012 - 08:33 WIB
Jelang libur panjang, IHSG bisa tertekan
A
A
A
Sindonews.com - Jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru diproyeksi melemah terbatas, didorong aksi jual yang dilakukan investor.
"Pada perdagangan Jumat (21/12/2012) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.212-4.227 dan resistance 4.273-4.282," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (21/12/2012).
Berpola three black crows dan di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic hampir melewati area oversold.
Dengan posisi keluar dari LBB seharusnya ada daya dorong bagi IHSG untuk kembali masuk pada rentang bollinger band namun, peluang kenaikan masih terbatas.
"IHSG pun masih ragu untuk menguat lebih banyak sehingga akan variatif dengan kecenderungan masih melemah terbatas," sambungnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG masih saja enggan bergerak menguat. Ketika sebelumnya mayoritas bursa saham global menguat, IHSG bergerak anomali.
Kali ini pun, dengan melemahnya bursa saham AS yang berimbas negatif pada pergerakan bursa saham Asia, IHSG memanfaatkan momen tersebut untuk kembali melemah.
Bahkan dengan adanya 2 emiten baru pun tidak membuat IHSG keluar dari zona nyaman di teritori negatif.
Sepanjang perdagangan hari kamis kemarin, IHSG menyentuh level 4.267,92 (level tertingginya) di awal sesi I dan menyentuh level 4.222,13 (level terendahnya) jelang akhir sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.254,82.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Pada perdagangan Jumat (21/12/2012) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.212-4.227 dan resistance 4.273-4.282," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (21/12/2012).
Berpola three black crows dan di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic hampir melewati area oversold.
Dengan posisi keluar dari LBB seharusnya ada daya dorong bagi IHSG untuk kembali masuk pada rentang bollinger band namun, peluang kenaikan masih terbatas.
"IHSG pun masih ragu untuk menguat lebih banyak sehingga akan variatif dengan kecenderungan masih melemah terbatas," sambungnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG masih saja enggan bergerak menguat. Ketika sebelumnya mayoritas bursa saham global menguat, IHSG bergerak anomali.
Kali ini pun, dengan melemahnya bursa saham AS yang berimbas negatif pada pergerakan bursa saham Asia, IHSG memanfaatkan momen tersebut untuk kembali melemah.
Bahkan dengan adanya 2 emiten baru pun tidak membuat IHSG keluar dari zona nyaman di teritori negatif.
Sepanjang perdagangan hari kamis kemarin, IHSG menyentuh level 4.267,92 (level tertingginya) di awal sesi I dan menyentuh level 4.222,13 (level terendahnya) jelang akhir sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.254,82.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(gpr)
Lihat Juga :