Fiscal cliff kembali buat Wall Street terkoreksi

Sabtu, 22 Desember 2012 - 10:54 WIB
Fiscal cliff kembali...
Fiscal cliff kembali buat Wall Street terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan waktu setempat ditutup terkoreksi pasca rencana Partai Republik untuk menghindari jurang fiskal (fiscal cliff) gagal mendapat dukungan. Ini menyusutkan harapan bahwa kesepakatan bisa dicapai sebelum 2013.

Sejumlah saham pada hari sebelumnya sempat berbalik arah (rebound) dan dalam sepekan, tiga indeks utama di Bursa Wall Street berhasil ditutup pada level tertinggi. Perdagangan bergerak fluktuatif karena memudarnya kepercayaan investor terhadap penyelesaian masalah jurang fiskal oleh kubu Republik dan Demokrat di Washington. Ini menimbulkan kecemasan kalangan investor mengingat tenggat waktu yang makin dekat.

Ketua Kongres dari Partai Republik John Boehner gagal mendapatkan dukungan, bahkan dari partainya sendiri terkait rencana cadangannya untuk menghindari kenaikan tagihan pajak sebesar USD600 miliar dan pemotongan anggaran yang mulai berlaku pada awal tahun depan karena dapat menyebabkan resesi.

"Kegagalan dalam rencana cadangan tersebut mengecewakan, tapi bukan hal yang mengejutkan. Sekarang tidak ada kejelasan mengenai yang terjadi dan pasar tidak menyukainya," ujar Mike Hennessy, Direktur Investasi Morgan Creek in Chapel Hill, North Carolina seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/12/2012).

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 120,88 poin atau 0,91 persen menjadi ke level 13.190,84, Indeks Standard & Poor's 500 terkoreksi 13,54 poin atau 0,94 persen ke level 1.430,15 dan Indeks Komposit Nasdaq tergerus 29,38 poin atau 0,96 persen ke level 3.021,01.

"Hebatnya, penurunan tajam yang terjadi hari ini kemungkinan tidak banyak memberi perubahan secara teknis, kecuali penurunan semakin buruk," imbuh Presiden Penelitian McMillan Analysis Corp dalam risetnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
4 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
5 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
5 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
5 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved