KSPI: Apindo bohong ada PHK massal bulan Desember
Senin, 24 Desember 2012 - 17:22 WIB
KSPI: Apindo bohong ada PHK massal bulan Desember
A
A
A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuding Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah membuat kebohongan perihal adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para buruh di sejumlah perusahaan pada Desember ini.
Menurut KSPI, para buruh tersebut habis masa kontraknya pada akhir tahun ini, bukan di-PHK, dan mereka akan kembali dikontrak pada sekitar Maret 2013 saat penerimaan karyawan baru.
"Mayoritas pekerja habis kontraknya akhir tahun, Nanti mereka akan kontrak lagi Maret (2013)," jelas Ketua Umum KSPI Said Iqbal saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Pihaknya juga tidak percaya dengan pernyataan Apindo yang menyebut akan adanya satu juta buruh yang di-PHK pada 2013 mendatang akibat kenaikan UMP. "Harus dicek lagi apa benar 1 juta buruh akan di-PHK akibat kenaikan UMP, KSPI tidak percaya itu," tegasnya.
Sebelumnya, Apindo mengatakan bahwa banyak perusahaan yang telah mulai melakukan penutupan usaha dan mem-PHK karyawannya pada Desember 2012 akibat melambungnya UMP. Mereka memilih waktu Desember ini karena harus membayar pesangon lebih besar bila melakukannya tahun depan.
"Kalau you tutup sekarang ini, enggak bayar upah sebesar tahun depan. Jadi, pengusaha pada mau tutup Desember ini, dan ini sudah mulai kita lakukan," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi pekan lalu.
Menurut KSPI, para buruh tersebut habis masa kontraknya pada akhir tahun ini, bukan di-PHK, dan mereka akan kembali dikontrak pada sekitar Maret 2013 saat penerimaan karyawan baru.
"Mayoritas pekerja habis kontraknya akhir tahun, Nanti mereka akan kontrak lagi Maret (2013)," jelas Ketua Umum KSPI Said Iqbal saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Pihaknya juga tidak percaya dengan pernyataan Apindo yang menyebut akan adanya satu juta buruh yang di-PHK pada 2013 mendatang akibat kenaikan UMP. "Harus dicek lagi apa benar 1 juta buruh akan di-PHK akibat kenaikan UMP, KSPI tidak percaya itu," tegasnya.
Sebelumnya, Apindo mengatakan bahwa banyak perusahaan yang telah mulai melakukan penutupan usaha dan mem-PHK karyawannya pada Desember 2012 akibat melambungnya UMP. Mereka memilih waktu Desember ini karena harus membayar pesangon lebih besar bila melakukannya tahun depan.
"Kalau you tutup sekarang ini, enggak bayar upah sebesar tahun depan. Jadi, pengusaha pada mau tutup Desember ini, dan ini sudah mulai kita lakukan," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi pekan lalu.
(gpr)
Lihat Juga :