Kebijakan LTV turunkan kredit berpotensi bubble
Selasa, 25 Desember 2012 - 13:11 WIB
Kebijakan LTV turunkan kredit berpotensi bubble
A
A
A
Sindonews.com - Upaya Bank Indonesia (BI) untuk mengerem kredit konsumsi dalam rangka mengantisipasi overheating nampaknya membuahkan hasil.
Hal tersebut terlihat dari perlambatan permintaan kredit kendaraan bermotor dan kredit properti saat ini akibat kebijakan aturan uang muka kredit/Loan to Value (LTV) dan adanya penurunan harga komoditas.
"Saya kira LTV cukup berhasil mengurangi kredit-kredit yang kita perkirakan membawa risiko bubble. KPR di atas tipe 70 saya kira cukup berkurang jumlahnya. Begitupun dengan kendaraan bermotor, sehingga pertumbuhan kredit kita sekarang secara keseluruhan ada di kisaran 21-22 persen. Ini perkembangan yang baik," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2012).
Penurunan ini didukung oleh adanya penurunan harga sejumlah ekspor komoditas yaitu kelapa sawit, coklat, maupun karet, sehingga berimbas pada penurunan daya beli masyarakat terhadap barang konsumsi seperti kendaraan bermotor.
"LTV kita laksanakan Bulan Juni tapi penurunan kredit sudah sejak Maret, itu kemungkinan besar akibat penurunan permintaan. Ke depan kalau harga komoditas membaik, maka permintaan kredit kendaraan bermotor akan kembali baik meskipun saat ini masih tumbuh tetapi lebih lambat," pungkasnya.
Hal tersebut terlihat dari perlambatan permintaan kredit kendaraan bermotor dan kredit properti saat ini akibat kebijakan aturan uang muka kredit/Loan to Value (LTV) dan adanya penurunan harga komoditas.
"Saya kira LTV cukup berhasil mengurangi kredit-kredit yang kita perkirakan membawa risiko bubble. KPR di atas tipe 70 saya kira cukup berkurang jumlahnya. Begitupun dengan kendaraan bermotor, sehingga pertumbuhan kredit kita sekarang secara keseluruhan ada di kisaran 21-22 persen. Ini perkembangan yang baik," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2012).
Penurunan ini didukung oleh adanya penurunan harga sejumlah ekspor komoditas yaitu kelapa sawit, coklat, maupun karet, sehingga berimbas pada penurunan daya beli masyarakat terhadap barang konsumsi seperti kendaraan bermotor.
"LTV kita laksanakan Bulan Juni tapi penurunan kredit sudah sejak Maret, itu kemungkinan besar akibat penurunan permintaan. Ke depan kalau harga komoditas membaik, maka permintaan kredit kendaraan bermotor akan kembali baik meskipun saat ini masih tumbuh tetapi lebih lambat," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :