Penyaluran APBN 2013 akan melalui bank BUMN
Rabu, 26 Desember 2012 - 10:44 WIB
Penyaluran APBN 2013 akan melalui bank BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Jelang tahun anggaran baru 2013, Pemerintah agaknya sudah mulai serius dalam mengupayakan efisiensi pengaluran Anggarang Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal tersebut terlihat dari dilakukannya prosesi penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam penerapan Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN).
Dalm Prosesi itu sendiri dihadiri segenap jajaran direksi Bank Umum yang ditunjuk sebagai Bank Operasional I Pusat yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN.
"Penandatanganan ini dimaksudkan untuk menerapkan SPAN yang berbasis sitem teknologi informatika (TI), sehingga penyaluran menjadi lebih efisien," terang Direktur Pengelolaan Kas Negara, Dwi Wibowo di Gedung Prijadi, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Terkait hal tersebut, lanjut Dwi, perlu adanya strategi khusus agar perubahan sistem penyaluran yang semula masih dilakukan secara manual menjadi terintegrasi secara elektronik.
"Seperti diketahui yang namanya transisi ke metode yang baru itu, perlu ada strategi khusus agar masa transisi tersebut bisa berlangsung dengan baik," sambung dia.
Dirinya juga menerangkan, untuk pemilihan bank-bank yang ditunjuk sebagai Bank Operasional I Pusat dilakukan melalui penunjukkan langsung.
Hal tersebut terlihat dari dilakukannya prosesi penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam penerapan Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN).
Dalm Prosesi itu sendiri dihadiri segenap jajaran direksi Bank Umum yang ditunjuk sebagai Bank Operasional I Pusat yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN.
"Penandatanganan ini dimaksudkan untuk menerapkan SPAN yang berbasis sitem teknologi informatika (TI), sehingga penyaluran menjadi lebih efisien," terang Direktur Pengelolaan Kas Negara, Dwi Wibowo di Gedung Prijadi, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Terkait hal tersebut, lanjut Dwi, perlu adanya strategi khusus agar perubahan sistem penyaluran yang semula masih dilakukan secara manual menjadi terintegrasi secara elektronik.
"Seperti diketahui yang namanya transisi ke metode yang baru itu, perlu ada strategi khusus agar masa transisi tersebut bisa berlangsung dengan baik," sambung dia.
Dirinya juga menerangkan, untuk pemilihan bank-bank yang ditunjuk sebagai Bank Operasional I Pusat dilakukan melalui penunjukkan langsung.
(gpr)
Lihat Juga :