Wings Air akan datangkan 40 pesawat ATR
Rabu, 26 Desember 2012 - 13:59 WIB
Wings Air akan datangkan 40 pesawat ATR
A
A
A
Sindonews.com - Maskapai penerbangan Wings Air akan mendatangkan 40 pesawat baling-baling ATR 72-600 hingga akhir 2015 mendatang dengan harga satu pesawatnya mencapai USD20-22 juta.
Direktur Operasional Wings Air Rendy Irawan mengatakan, maskapainya adalah pengguna pesawat pertama di wilayah Asia Tenggara (ASEAN). Sedangakan di wilayah Asia, kedua setelah Taiwan. Pesawat ini nantinya akan menjadi pesawat operasional untuk rute-rute jarak pendek.
"Kokpit dari jenis pesawat ini beda dari pesawat lain pada umumnya. Jika pada umumnya display pada kokpit banyak menggunakan sistem analog, kokpit dalam pesawat ini lebih mengutamakan display digital," kata Rendy kepada sejumlah media saat menerima kedatangan pesawat ATR 72-600 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (26/12/2012).
Dia menjelaskan, untuk jenis pesawat ini terdapat lima display digital yang memudahkan pilot dalam kinerjanya. Namun, semua posisi instrumen sama dengan pesawat lainnya. "Teknologi kami bukan hanya sebuah comparison atau sama (dengan pesawat lain), tapi juga untuk menunjang kemanan dan kenyamanan. Kerja pilot jauh akan lebih berkurang, sudah automatic. Kerja penerbang sudah semakin tidak berat," ungkapnya.
Rendy mengklaim, pesawat ATR 72-600 ini lebih ringan 200 kilogram (kg) daripada kursi pada pesawat jenis sebelumnya, yaitu ATR 72-500. Posisi kursi per bari 2:2, dengan jumlah kursi keseluruhan 72 kursi. Sedangkan untuk fitur lainnya, tak banyak berbeda dengan pesawat lainnya. "Kursi penumpang dibuat slim dan ergonomis, bisa menghemat berat pesawat kurang lebih 200 kg," ujar dia.
Kabin penumpang dalam pesawat ini memiliki desain yang baru. Desain kabin ini diberi nama Armonia Kabin. Selain itu, terdapat penel di bagian belakang kabin dengan display full touch screen.
Pesawat ini didatangkan dari kota pembuat armada pesawat yang cukup besar di Eropa, yakni Toulouse, Perancis. Pesawat pertama ini berangkat tanggal 19 Desember 2012 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 25 Desember 2012 pada pukul 18.00 WIB, setelah beberapa kali mengalami transit.
Direktur Operasional Wings Air Rendy Irawan mengatakan, maskapainya adalah pengguna pesawat pertama di wilayah Asia Tenggara (ASEAN). Sedangakan di wilayah Asia, kedua setelah Taiwan. Pesawat ini nantinya akan menjadi pesawat operasional untuk rute-rute jarak pendek.
"Kokpit dari jenis pesawat ini beda dari pesawat lain pada umumnya. Jika pada umumnya display pada kokpit banyak menggunakan sistem analog, kokpit dalam pesawat ini lebih mengutamakan display digital," kata Rendy kepada sejumlah media saat menerima kedatangan pesawat ATR 72-600 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (26/12/2012).
Dia menjelaskan, untuk jenis pesawat ini terdapat lima display digital yang memudahkan pilot dalam kinerjanya. Namun, semua posisi instrumen sama dengan pesawat lainnya. "Teknologi kami bukan hanya sebuah comparison atau sama (dengan pesawat lain), tapi juga untuk menunjang kemanan dan kenyamanan. Kerja pilot jauh akan lebih berkurang, sudah automatic. Kerja penerbang sudah semakin tidak berat," ungkapnya.
Rendy mengklaim, pesawat ATR 72-600 ini lebih ringan 200 kilogram (kg) daripada kursi pada pesawat jenis sebelumnya, yaitu ATR 72-500. Posisi kursi per bari 2:2, dengan jumlah kursi keseluruhan 72 kursi. Sedangkan untuk fitur lainnya, tak banyak berbeda dengan pesawat lainnya. "Kursi penumpang dibuat slim dan ergonomis, bisa menghemat berat pesawat kurang lebih 200 kg," ujar dia.
Kabin penumpang dalam pesawat ini memiliki desain yang baru. Desain kabin ini diberi nama Armonia Kabin. Selain itu, terdapat penel di bagian belakang kabin dengan display full touch screen.
Pesawat ini didatangkan dari kota pembuat armada pesawat yang cukup besar di Eropa, yakni Toulouse, Perancis. Pesawat pertama ini berangkat tanggal 19 Desember 2012 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 25 Desember 2012 pada pukul 18.00 WIB, setelah beberapa kali mengalami transit.
(rna)
Lihat Juga :