Mandiri Sekuritas masih jadi investment bank terbaik
Rabu, 26 Desember 2012 - 14:56 WIB
Mandiri Sekuritas masih jadi investment bank terbaik
A
A
A
Sindonews.com - Mandiri Sekuritas berhasil mempertahankan posisi sebagai penjamin emisi terbesar dan teraktif di Indonesia. Sebagai investment bank terbaik di Indonesia, Mandiri Sekuritas menguasai pangsa pasar penjaminan emisi senilai total Rp11,456 triliun dari 33 perusahaan di sepanjang 2012.
Selain itu, di tahun ini Mandiri Sekuritas juga turut menangani rights issue Bank Tabungan Negara senilai Rp1,87 triliun dengan hasil yang memuaskan.
“Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal sehingga Mandiri Sekuritas bisa tetap mempertahankan posisi sebagai pemain utama di industri pasar modal Indonesia.," ujar Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas, Iman Rachman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12/2012).
Pencapaian ini akan semakin mendorong kami untuk terus berkomitmen memajukan dan memberikan nilai tambah bagi industri pasar modal Indonesia,” sambungnya.
Di sepanjang tahun 2012 ini, Mandiri Sekuritas secara aktif telah melakukan penjaminan emisi sebesar Rp11,456 triliun, yang terdiri dari IPO (Initial Public Offering) senilai Rp1,683 triliun (dari 6 perusahaan) dan surat utang senilai Rp9,416 triliun (dari 26 perusahaan), serta rights issue Bank Tabungan Negara dengan porsi penjaminan sebesar Rp357,25 miliar.
Penjaminan emisi efek yang ditangani oleh Mandiri Sekuritas bagi 33 perusahaan antara lain, emisi obligasi Astra Sedaya Finance, Indosat, Medco Energy, Bank Permata. Kemudian IPO Bank Jatim, Express Transindo Utama, Wismilak, dan privatisasi Waskita Karya serta rights issue Bank BTN.
Lebih lanjut Iman menambahkan, tahun depan Mandiri Sekuritas akan melanjutkan kinerja positif ini meskipun tantangan juga akan semakin besar. Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, maka Mandiri Sekuritas optimis tahun depan setidaknya dapat menangani penjaminan emisi untuk sekitar 10 IPO dan 20 surat utang dengan nilai penjaminan total sekitar Rp11-12 triliun.
”Kami optimistis untuk dapat mencapai target tersebut guna memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan industri keuangan secara umum,” pungkas Iman.
Selain itu, di tahun ini Mandiri Sekuritas juga turut menangani rights issue Bank Tabungan Negara senilai Rp1,87 triliun dengan hasil yang memuaskan.
“Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal sehingga Mandiri Sekuritas bisa tetap mempertahankan posisi sebagai pemain utama di industri pasar modal Indonesia.," ujar Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas, Iman Rachman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12/2012).
Pencapaian ini akan semakin mendorong kami untuk terus berkomitmen memajukan dan memberikan nilai tambah bagi industri pasar modal Indonesia,” sambungnya.
Di sepanjang tahun 2012 ini, Mandiri Sekuritas secara aktif telah melakukan penjaminan emisi sebesar Rp11,456 triliun, yang terdiri dari IPO (Initial Public Offering) senilai Rp1,683 triliun (dari 6 perusahaan) dan surat utang senilai Rp9,416 triliun (dari 26 perusahaan), serta rights issue Bank Tabungan Negara dengan porsi penjaminan sebesar Rp357,25 miliar.
Penjaminan emisi efek yang ditangani oleh Mandiri Sekuritas bagi 33 perusahaan antara lain, emisi obligasi Astra Sedaya Finance, Indosat, Medco Energy, Bank Permata. Kemudian IPO Bank Jatim, Express Transindo Utama, Wismilak, dan privatisasi Waskita Karya serta rights issue Bank BTN.
Lebih lanjut Iman menambahkan, tahun depan Mandiri Sekuritas akan melanjutkan kinerja positif ini meskipun tantangan juga akan semakin besar. Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, maka Mandiri Sekuritas optimis tahun depan setidaknya dapat menangani penjaminan emisi untuk sekitar 10 IPO dan 20 surat utang dengan nilai penjaminan total sekitar Rp11-12 triliun.
”Kami optimistis untuk dapat mencapai target tersebut guna memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan industri keuangan secara umum,” pungkas Iman.
(gpr)
Lihat Juga :