Wall Street terkoreksi terseret melemahnya saham retail

Kamis, 27 Desember 2012 - 08:37 WIB
Wall Street terkoreksi...
Wall Street terkoreksi terseret melemahnya saham retail
A A A
Sindonews.com - Bursa saham Wall Street kembali terkoreksi selama tiga hari berturut-turut, terseret melemahnya saham sektor retail menyusul rendahnya laporan belanja konsumen di musim liburan saat ini dibanding tahun sebelumnya.

Volume perdagangan minim, hanya 4,01 miliar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT, jauh di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini yang mencapai 6,48 miliar saham. Sepanjang 2012, volume perdagangan pada Rabu waktu setempat merupakan yang paling minim. Ini terjadi lantaran pelaku pasar masih libur selama sepekan dan bursa utama Eropa juga masih tutup.

Dilansir dari Reuters, Kamis (27/12/2012), banyak investor mengatakan kekhawatirannya terhadap jurang fiskal, membuat konsumen menjauhi tempat perbelanjaan hingga ada penyelesaian jurang fiskal.

"Dengan adanya jurang fiskal di kepala kita, sulit meyakinkan konsumen untuk berbelanja dan sekarang sulit untuk meyakinkan investor untuk melakukan aksi beli menjelang tutup tahun," kata Rick Fier, Direktur Perdagangan Conifer Efek di New York.

Presiden Barack Obama dijadwalkan kembali ke Washington pada Kamis pagi waktu setempat untuk menegosiasikan kesepakatan jurang fiskal dengan Kongres terkait penyelesaian kenaikan pajak dan pemotongan belanja pemerintah yang akan dimulai pekan depan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones terkoreksi 24,49 poin atau 0,19 persen ke level 13.114,59, Indeks Standard & Poor's 500 terpangkas 6,83 poin atau 0,48 persen menjadi level 1.419,83 dan Indeks Komposit Nasdaq melemah 22,44 poin atau 0,74 persen menjadi ke level 2.990,16.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved